10 Alasan Mengapa Masyarakat Tak Peduli Travel Umrah Resmi

oleh -674 Dilihat
Kaji Bajuri, ketua FK Patuh Jawa Timur

MEMORANDUM – PENIPUAN umrah terus berulang. Korbannya pun datang silih berganti. Padahal regulasi sudah ada, izin resmi bisa dicek, bahkan kasus-kasus lama sudah menjadi pelajaran. Lalu mengapa masyarakat tetap tidak peduli apakah travel itu resmi atau tidak?

Berikut 10 alasan yang sering terjadi di lapangan:

1.Harga Murah Mengalahkan Akal Sehat
Kalimat yang sering muncul:“Yang penting bisa berangkat.”Padahal biaya umrah punya komponen tetap: tiket, hotel, visa, makan, transportasi. Jika harganya terlalu murah jauh dari standar pasar, hampir pasti ada risiko tersembunyi.

2.Tergiur Penampilan Luar
Punya kantor.
Brosur mengkilap.
Seragam rapi.
Aktif di media sosial.

Semua terlihat meyakinkan. Padahal legalitas bukan soal tampilan, tapi izin resmi sebagai PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

3.Percaya Secara Personal
“Ini ustadz yang saya kenal.”
“Ini teman dekat.”
“Ini saudara.”

Kepercayaan personal sering membuat orang tidak lagi melakukan pengecekan. Padahal urusan ibadah dan dana ratusan juta harus tetap profesional, bukan sekadar perasaan.

4.Tidak Tahu Cara Mengecek Legalitas
Banyak calon jamaah tidak tahu bahwa izin travel bisa dicek secara resmi melalui sistem Kementerian Haji. Ketidaktahuan ini membuat masyarakat pasrah tanpa verifikasi.

5.Pola Pikir: Berangkat Dulu, Risiko Belakangan Sebagian orang berpikir, “Kalau ada masalah nanti saja dipikirkan.”
Padahal ketika gagal berangkat, penyesalan tidak bisa mengembalikan waktu dan dana.

6 Tergiur Promo dan Testimoni Bombastis
Bonus ini, diskon itu, testimoni berderet-deret. Padahal bisnis umrah bukan bisnis margin besar. Jika bonus terlalu banyak, perlu dipertanyakan dari mana sumber biayanya.

7️⃣ Figur Ustadz Ikut Jualan
Ada ustadz atau tokoh agama yang ikut memasarkan. Jamaah merasa lebih yakin.
Padahal popularitas tidak selalu sejalan dengan profesionalitas manajemen travel.

8.Terlalu Banyak Agen dan Mitra
Sistem kemitraan yang tidak terkontrol membuat siapa saja bisa menjual paket umrah. Kadang agen tidak memahami regulasi dan hanya fokus pada target penjualan.

9.Minim Publikasi Sanksi dan Penindakan Kasus memang ada, tapi jarang dipublikasikan secara luas. Akibatnya masyarakat merasa masalah ini tidak terlalu serius atau hanya kasus kecil.

10.Munculnya Umrah Mandiri
Sebagian orang berpikir travel resmi tidak penting lagi karena bisa berangkat sendiri. Padahal regulasi visa, hotel, transportasi, dan perlindungan hukum tetap membutuhkan sistem yang jelas dan legal.

KESIMPULAN
1. Masalahnya bukan hanya soal travel ilegal. Masalah utamanya adalah mindset masyarakat kita yang harus dibenahi.

2. Selama harga murah menjadi prioritas utama dan legalitas dianggap tidak penting, maka kasus umrah bermasalah akan terus terjadi.

3. Umrah adalah ibadah suci. Dananya hasil kerja keras bertahun-tahun. Jangan pertaruhkan pada sistem yang tidak jelas. Cek izin. Cek rekam jejak. Jangan hanya percaya tampilan.

Semoga Allah menjaga niat baik kita agar bisa beribadah dengan cara yang baik pula. _(Edukasi Kaji Bajuri, Ketua FK Patuh Jawa Timur)_

Editor: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.