10 Riyal Langsung Plontos, Ritual Tahalul Usai Tawaf di Tanah Suci

oleh -115 Dilihat
Rakhmat Hidayat bersama tukang potong rambut didekat hotelnya mengginap.

MEKORANDUM– Suasana di sekitar Masjidil Haram tidak pernah sepi dari hiruk-pikuk jemaah umrah yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadahnya.

Salah satu pemandangan yang ikonik adalah deretan barbershop atau tukang potong rambut profesional yang memadati area jalan depan masjid hingga ke arah Zam-zam Tower.

​Momen tahalul ritual memotong rambut sebagai tanda berakhirnya masa ihram menjadi agenda wajib bagi para jemaah, termasuk tiga karyawan Memorandum yang tengah menunaikan ibadah umrah melalui biro Bakkah Travel, pada hari sabtu 7 Februari 2027.

​Makna di Balik Cukur Rambut
​Menurut Ustaz Bajuri, tahalul bukan sekadar membuang rambut, melainkan simbol ketaatan.

​”Potong rambut saat umrah atau haji adalah wajib untuk mengakhiri ihram. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah serta simbol kesucian dan kerendahan hati,” jelas Ustaz Bajuri.

​Dalam syariat, terdapat dua pilihan bagi jemaah laki-laki:

​Halq: Mencukur habis rambut hingga gundul (plontos).

​Taqsir: Memendekkan atau memotong sebagian rambut.

Khusus bagi jemaah wanita, cukup memotong ujung rambut sepanjang kurang lebih satu ruas jari.

​Pilih Jasa Profesional Demi Kerapian
​Meski banyak jemaah yang melakukan tahalul sendiri secara sederhana di dekat pintu Marwah, hasilnya sering kali tidak rapi atau “petal” karena keterbatasan alat.

Apalagi, aturan ketat maskapai terkait larangan membawa senjata tajam membuat jemaah tidak bisa membawa peralatan cukur yang memadai.

​Hal ini membuat banyak jemaah lebih memilih menggunakan jasa tukang cukur profesional.

Walaupun pemerintah Arab Saudi menyediakan layanan cukur gratis (Nusuk), jasa komersial tetap menjadi primadona karena lebih cepat dan bervariasi.

​”Saya memilih mencukur gundul pada jasa komersial. Pilihannya lebih banyak dan penanganannya lebih rapi,” ujar Ihyak Ulumuddin, salah satu karyawan Memorandum.

​Cepat, Murah, dan Higienis
​Menariknya, tarif yang dipatok sangat terjangkau. Jemaah cukup merogoh kocek sebesar 10 Riyal atau sekitar Rp45.000 untuk mendapatkan kepala plontos sempurna.

Keamanan dan kebersihan pun sangat terjaga:

​Pisau Sekali Pakai: Tukang cukur menggunakan silet baru untuk setiap jemaah demi menjaga higienitas.

​Proteksi Maksimal: Jemaah dipakaikan jubah plastik sekali pakai agar sisa rambut tidak mengotori kain ihram atau pakaian.

​Proses Kilat: “Tidak sampai 6 menit, kepala yang asalnya berambut tebal langsung plontos,” tambah Ulum sembari tertawa melihat penampilan barunya.

​Bagi jemaah lain yang profesinya menuntut penampilan dengan rambut rapi, pilihan taqsir atau sekadar memendekkan rambut tetap menjadi opsi agar tetap bisa tampil maksimal saat kembali ke tanah air. (day)

Editor: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.