7 Asosiasi Travel Umrah Haji Keberatan Aturan Baru Jemaah Umrah Wajib Vaksin Meningitis

oleh -1849 Dilihat
Kepala KKP Klas 1 Juanda Dr Rasidi dan Ketua FK Patuh Jatim A Bajuri

memorandumhajiumrah.com – Kemenkes mewajibkan kembali jemaah umrah untuk melakukan vaksin meningitis. kewajiban ini tertuang dalam surat edaran nomor HK.02.02-A-3717-2024 kemenkes tertanggal 11 juli 2024.

Ketua FK Patuh (Forum Pengusaha Travel Umrah dan Haji) Jawa Timur H Ahmad Bajuri mengatakan bahwa pengumuman itu terlalu mendadak sehingga banyak dikeluhkan masyarakat.

“Kami bisa memahami keresahan calon jemaah umrah karena pihak Kemenkes yang mengeluarkan aturan itu belum melakukan sosialisasi, baik kepada masyarakat atau pengusaha travel umrah,” ujar Bajuri, Minggu 14 Juli 2024.

Beberapa asosiasi travel umrah dan haji juga menanggapi berbeda. Ada yang setuju dengan catatan dan ada yang tidak setuju. “Ada 7 Asosiasi dari 11 asosiasi menyatakan keberatan dengan aturan vaksin itu karena belum adanya surat resmi dari pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Mereka yang setuju pun, kata Bajuri, juga memberikan catatan bahwa pemerintah harus menjamin ketersediaan vaksin di tempat fasilitas layanan kesehatan yang merata.

“Wajar saja, karena sebelumnya pernah terjadi kelangkaan vaksin dan tempat vaksin pun terkesan dimonopoli faskes tertentu. Hal ini membuat jemaah trauma hal serupa terulang lagi,” tegas Bajuri, yang juga direktur Bakkah Travel.

Meski demikian, Bajuri menyatakan kesiapannya tetap mendukung program vaksin meningitis ini karena merupakan amanat undang-undang untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada jemaah.

FK Jawa Timur, kata Bajuri, juga terus berkoordinasi dengan kantor KKP Juanda yang menangani vaksin meningitis ini dan telah mendapatkan respons yang sangat cepat.

“Khusus di Jawa Timur, kami juga telah mendapatkan daftar tempat vaksin dari KKP. Dan saya lihat, lokasinya merata dan pasti mudah dijangkau,” ujar Bajuri.

Menurut Bajuri, terlepas setuju atau tidak setuju, secara pribadi ia menekankan calon jemaah umrah untuk melakukan vaksin. Karena dia melihat dan merasakan sendiri bahwa risiko tertular penyakit di Arab Saudi itu sangat besar.

Hal ini bisa dilihat faktanya, bahwa hampir semua jemaah yang haji atau umrah kebanyakan terkena batuk pilek atau yang biasa disebut ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Ini menunjukkan penularan pemyakit di Arab Saudi itu sangat mudah.

“Saya dengar sendiri, kalau sudah pulang di pesawat. Yang namanya suara batuk dari penumpang itu saling bersautan seperti musik yang tiada henti. Sudah begitu, tak ada yang mau pakai masker. Sudah dipastikan bakal menular,” pungkasnya. (*)



No More Posts Available.

No more pages to load.