SURABAYA,MEMORANDUM-Abdurrohman, seorang pria berusia 67 tahun dari Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memancarkan rasa syukur yang mendalam.Tahun ini, bersama istrinya,dia berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Baitullah.
Perjalanan Abdurrohman menuju Baitullah tidaklah mudah. Delapan tahun lalu, dia didiagnosa mengidap penyakit glaucoma yang membuatnya kehilangan penglihatan. Namun, keterbatasan fisik ini tidak menyurutkan semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Sejak tahun 2011, Abdurrohman dan istrinya telah mendaftarkan diri untuk berangkat haji. Dengan penuh dedikasi, dia menabung dari hasil berjualan kacang oven keliling menggunakan sepeda motor. Meskipun kini tidak dapat lagi berjualan keliling, Abdurrohman bersyukur atas usaha anaknya yang meneruskan usahanya.
Di tengah keterbatasan penglihatannya, Abdurrohman tetap optimis dan teguh dalam ibadahnya. Setiap pagi, dia rutin melakukan jalan kaki tanpa alas kaki di depan rumahnya untuk mempersiapkan fisiknya. Dia yakin bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya adalah atas kehendak Allah SWT.
“Dalam kondisi tidak bisa melihat, Allah SWT masih memberikan saya kemampuan untuk datang ke Madinah dan Mekkah. Suatu hal yang luar biasa bagi saya,” tutur Abdurrohman dengan penuh rasa haru.
Bahkan, di malam hari, saat penglihatannya sedikit membaik, Abdurrohman memanfaatkan momen tersebut untuk beribadah sholat malam. Dia selalu berharap agar Allah SWT menyembuhkan penyakit glaukomanya.
Tahun 2024 ini, penantian panjang Abdurrahman terjawab. Dia tergabung dalam kloter 31 dan dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Minggu 19 Mei 2024 malam. Di sana, dia berniat untuk memanjatkan doa bagi kesehatan dan keselamatan keluarganya.
Kisah Abdurrohman menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semangat dan keteguhan imannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.(*)
Abdurrohman,Jemaah Tuna Netra penjual kacang oven keliling Menuju Baitullah
Ket foto: Abdurrohman bersama petugas Embarkasih Surabaya.
SURABAYA,MEMORANDUM- Abdurrohman, seorang pria berusia 67 tahun dari Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur,
memancarkan rasa syukur yang mendalam.Tahun ini, bersama istrinya,dia berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Baitullah.
Perjalanan Abdurrohman menuju Baitullah tidaklah mudah. Delapan tahun lalu, dia didiagnosa mengidap penyakit glaucoma yang membuatnya kehilangan penglihatan. Namun, keterbatasan fisik ini tidak menyurutkan semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Sejak tahun 2011, Abdurrohman dan istrinya telah mendaftarkan diri untuk berangkat haji. Dengan penuh dedikasi, dia menabung dari hasil berjualan kacang oven keliling menggunakan sepeda motor. Meskipun kini tidak dapat lagi berjualan keliling, Abdurrohman bersyukur atas usaha anaknya yang meneruskan usahanya.
Di tengah keterbatasan penglihatannya, Abdurrohman tetap optimis dan teguh dalam ibadahnya. Setiap pagi, dia rutin melakukan jalan kaki tanpa alas kaki di depan rumahnya untuk mempersiapkan fisiknya. Dia yakin bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya adalah atas kehendak Allah SWT.
“Dalam kondisi tidak bisa melihat, Allah SWT masih memberikan saya kemampuan untuk datang ke Madinah dan Mekkah. Suatu hal yang luar biasa bagi saya,” tutur Abdurrohman dengan penuh rasa haru.
Bahkan, di malam hari, saat penglihatannya sedikit membaik, Abdurrohman memanfaatkan momen tersebut untuk beribadah sholat malam. Dia selalu berharap agar Allah SWT menyembuhkan penyakit glaukomanya.
Tahun 2024 ini, penantian panjang Abdurrahman terjawab. Dia tergabung dalam kloter 31 dan dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Minggu 19 Mei 2024 malam. Di sana, dia berniat untuk memanjatkan doa bagi kesehatan dan keselamatan keluarganya.
Kisah Abdurrohman menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih mimpi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semangat dan keteguhan imannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.(mtr)






