MEMORANDUM – Isra Miraj, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Islam, mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha.
Dalam perjalanan yang penuh keajaiban ini, Nabi Muhammad SAW menggunakan Buraq, seekor makhluk istimewa yang menjadi kendaraan beliau.
Nama Buraq berasal dari kata Arab “barq” yang berarti kilat.
Nama ini sangat sesuai dengan karakteristik Buraq yang digambarkan memiliki kecepatan luar biasa, bahkan melebihi kecepatan cahaya.
Buraq digambarkan sebagai makhluk yang lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari bagal (peranakan kuda dan keledai). Ia memiliki sayap dan mampu melangkah sejauh mata memandang.
Dalam beberapa riwayat, Buraq digambarkan berwarna putih, memiliki wajah seperti manusia, dan memiliki surai yang indah.
Buraq tidak hanya sekadar kendaraan, tetapi juga menjadi simbol kemuliaan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Buraq memainkan peran penting dalam perjalanan Isra Miraj.
Ia membawa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam waktu singkat. Perjalanan ini merupakan bagian pertama dari Isra Miraj.
Kemudian, dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, yaitu naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat di mana beliau menerima wahyu salat lima waktu.
Kecepatan Buraq yang luar biasa memungkinkan Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang sangat jauh dalam waktu semalam.
Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas dan kemampuan-Nya untuk menciptakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.
Kisah Buraq dan Isra Miraj mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Di antaranya adalah:
1. Keimanan dan ketaqwaan:
Peristiwa Isra Miraj menguji keimanan dan ketaqwaan umat Islam.
Hanya orang-orang yang beriman dengan sungguh-sungguh yang dapat mempercayai peristiwa yang di luar akal manusia ini.
2. Keagungan Allah SWT:
Kisah Isra Miraj menunjukkan betapa agungnya Allah SWT.
Kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu, dan Dia mampu melakukan apa pun yang dikehendaki-Nya.
3. Kemuliaan Nabi Muhammad SAW:
Perjalanan Isra Miraj merupakan salah satu bukti kemuliaan dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.
4. Kewajiban salat:
Perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW saat Miraj menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam.
Artikel ini ditulis oleh Choirul Nisa – mahasiswa magang di Memorandum








