Duka di Tengah Operasional Haji: 6 Jemaah Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci

oleh -60 Dilihat
Kelancaran operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya yang telah memasuki hari ke-20.

MEMORANDUM – Di tengah kelancaran operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya yang telah memasuki hari ke-20, kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi bahwa hingga saat ini terdapat enam jemaah asal Jawa Timur yang mengembuskan napas terakhir di Arab Saudi.

​Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya para tamu Allah tersebut.

Berdasarkan laporan medis, seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan telah dimakamkan di Arab Saudi.

​Daftar Jemaah Wafat di Tanah Suci
​Berikut adalah data jemaah Embarkasi Surabaya yang wafat per 10 Mei 2026:

​Kamariyah Dul Tayib (Kloter 8, Kabupaten Pasuruan)

​Abd Wachid (Kloter 7, Kabupaten Pasuruan)

​Fajar Puja Sasmita (Kloter 11, Kota Malang)

​Sibiatun Saji (Kloter 33, Kabupaten Lamongan)

​Mustika Rajim D (Kloter 47, Kabupaten Gresik)

​Suyono Reso (Kloter 62, Kabupaten Jombang)

​“Kami menyampaikan duka cita mendalam. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur As’adul Anam.

​Update Operasional: 26.931 Jemaah Telah Berangkat ​meskipun duka menyelimuti, proses pemberangkatan jemaah di Asrama Haji Sukolilo dilaporkan tetap berjalan tertib.

Hingga Minggu 10 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 26.931 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci melalui 71 kelompok terbang (kloter).

​Angka ini merepresentasikan sekitar 61 persen dari total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini yang mencapai 44.080 orang.

​Ringkasan Data Keberangkatan:
​Total Kloter Berangkat: 71 Kloter.
​Komposisi Gender: 12.525 laki-laki dan 14.406 perempuan.​Ketepatan Waktu (OTP): 100% (Seluruh penerbangan tepat waktu).

​Tantangan kesehatan menjadi perhatian serius PPIH. Saat ini, tercatat ada 11 jemaah yang masih tertunda keberangkatannya di asrama haji karena alasan medis (8 jemaah sakit dan 3 pendamping).

​Selain itu, dinamika keberangkatan juga mencatat adanya 112 mutasi keluar yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari sakit di daerah, kondisi hamil, hingga jemaah yang wafat di daerah asal sebelum sempat berangkat.

Namun, PPIH bergerak cepat mengisi kekosongan tersebut melalui mekanisme mutasi masuk dari daftar jemaah belum berkloter, sehingga kursi kosong (open seat) dapat ditekan menjadi 53 kursi saja.

​Rencana Kedatangan Berikutnya
​Pada Senin 11 Mei 2026, PPIH dijadwalkan akan menerima kedatangan 1.900 jemaah baru di asrama haji.

Jemaah tersebut tergabung dalam lima kloter yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya.

​PPIH berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan kesehatan, terutama bagi jemaah risiko tinggi (Risti) dan lansia, mengingat jemaah tertua musim ini mencapai usia 98 tahun atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.