Fenomena Astronomi Langka yang Menghiasi Langit di Bulan Ramadan 2025

oleh -2326 Dilihat
Foto: Stephan H. - Unsplash

MEMORANDUM – Pada bulan Maret 2025, beberapa fenomena astronomi langka akan menghiasi langit malam bulan Ramadan.

Fenomena langit menakjubkan yang akan terjadi, mulai dari gerhana bulan hingga ekuinoks, dapat dinikmati hanya dengan mata telanjang, tanpa menggunakan teleskop.

Agar dapat menyaksikan fenomena-fenomena langka tersebut, tentu wajib untuk mengetahui cuaca dan kondisi langit pada hari itu.

Simak informasi berikut terkait daftar peristiwa langit di bulan Maret 2025 sekaligus jadwalnya:

1. Elongasi Terbesar Merkurius (8 Maret)

Mungkin tidak sedikit dari kalian yang belum tahu apa yang dimaksud dengan ‘elongasi’.

Elongasi adalah jarak sudut antara dua benda langit dengan satu titik acuan. Sebagai contoh jarak antara Matahari dengan Merkurius menggunakan Bumi sebagai titik acuan.

Pada 8 Maret nanti, planet Merkurius akan mencapai titik elongasi terbesarnya.

Pada hari itu, Merkurius akan berada pada titik terjauhnya dari Matahari dan merupakan waktu yang tepat untuk mengamati planet terkecil di Tata Surya tersebut.

2. Gerhana Bulan Total (13-14 Maret)

Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis lurus.

Pada 13-14 Maret nanti, Bumi akan berada di antara Matahari dan Bulan, menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bulan sepenuhnya.

Fenomena langka ini diperkirakan akan terjadi pada pukul 10:57 WIB hingga 16:00 WIB.

Namun sayangnya pada waktu tersebut Indonesia masih berada pada jam siang, jadi tidak mungkin bagi kita untuk mengamati fase totalitas Bulan secara langsung.

3. Ekuinoks Maret (20 Maret)

Pada 20 Maret 2025, pukul 16:01 WIB, Matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa yang mengakibatkan durasi siang dan malam hari di seluruh dunia hampir sama.

Fenomena ini disebut dengan Ekuinoks dan menjadi pertanda awal musim gugur di belahan Bumi selatan serta musim semi di belahan Bumi utara.

4. Cincin Saturnus HILANG (23 Maret)

Saturnus terkenal dengan cincin indah yang mengitari tubuhnya. Namun pada 23 Maret nanti, cincin ini akan hilang dari pandangan kita.

Hilang disini bukan berarti lenyap selamanya, namun hanya tidak akan terlihat untuk sementara waktu. Fenomena ini dikenal dengan sebutan “Saturn ring plane crossing”.

Hari itu Bumi akan melintasi bidang cincin Saturnus yang membuat cincinnya tampak dari Bumi seperti garis datar dan tipis yang menjadikannya sulit untuk diamati, seolah-olah menghilang.

5. Gerhana Matahari Sebagian (29 Maret)

Para warga di belahan bumi utara akan mendapatkan keistimewaan pada 29 Maret nanti, yaitu mereka akan bisa mengamati Gerhana Matahari Sebagian.

Gerhana Matahari Sebagian adalah sebuah fenomena di mana sebagian matahari akan tertutup oleh bayangan Bulan.

Namun lagi-lagi sayangnya, warga Indonesia harus menelan nasib tidak beruntung.

Menurut NASA, sama seperti kasus Gerhana Bulan Total, wilayah Indonesia tidak akan bisa mengamati fenomena ini secara langsung.

Meski begitu, kalian masih bisa mengamati dan melacak fenomena-fenomena langit tersebut melalui berbagai aplikasi seperti Stellarium, SkySafari, atau Sky Tonight.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.