Gelombang I Tuntas, PPIH Surabaya Ingatkan Kesehatan Jemaah Demi Kelancaran Haji

oleh -1033 Dilihat

MEMORANDUM – Asrama Haji Embarkasi Surabaya hari ini, Kamis 15 Mei 2025, menerima kedatangan kelompok terbang (kloter) terakhir untuk Gelombang I, yaitu kloter 50.

Kedatangan kloter ini menandai berakhirnya fase kedatangan jemaah haji Gelombang I di Embarkasi Surabaya.

Sesuai jadwal, kloter 50 yang berisi jemaah yang akan menuju Madinah terlebih dahulu ini akan terbang pada jumat 16 Mei 2025 pukul 17.00 WIB menggunakan penerbangan SV 5711.

Selanjutnya, Embarkasi Surabaya akan bersiap menerima kedatangan jemaah haji Gelombang II, mulai dari kloter 51 hingga 97. Jemaah pada gelombang ini akan langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah Al Mukarromah.

Dalam konferensi pers yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menyampaikan bahwa hingga hari ini, Kamis 15 Mei 2025, pihaknya telah memberangkatkan 47 kloter.

“Alhamdulillah, hingga hari ini, Kamis, 15 Mei 2025, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 47 kloter ke Tanah Suci dengan total 17.836 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas kloter. Ini berarti sekitar 47 persen dari total jemaah Embarkasi Surabaya telah berangkat,” jelas Sugiyo.

Lebih lanjut, Sugiyo menerangkan bahwa tiga kloter terakhir dari Gelombang I tiba di asrama haji pada hari ini, yaitu kloter 48, 49, dan 50.

Mengevaluasi pelaksanaan Gelombang I, Sugiyo memberikan pesan penting kepada seluruh jemaah, terutama bagi para jemaah lanjut usia (lansia), untuk mempersiapkan dan menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya.

“Ibadah haji adalah serangkaian perjalanan yang panjang. Proses pemberangkatan dari rumah menuju Tanah Suci memerlukan energi yang besar. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh jemaah, khususnya lansia, untuk menjaga kesehatan agar perjalanan ibadah haji mereka lancar dan tidak sampai gagal berangkat,” pintanya.

Sugiyo juga menyampaikan pesan terkait implementasi sistem kesamaan syarikah yang baru diterapkan tahun ini sebagai dasar penentuan kloter.

“Baru tahun ini kita menerapkan sistem syarikah. Kami berharap para jemaah untuk bersabar dalam menghadapi dinamika-dinamika yang mungkin terjadi. Intinya harus sabar. Insya Allah dengan kesabaran itu, para jemaah dapat meraih segala kebaikan, khususnya haji yang mabrur,” tuturnya.

Mengutip informasi dari laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, syarikah adalah mitra resmi Pemerintah Arab Saudi yang bertugas menyediakan layanan bagi jemaah haji, meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, serta pergerakan selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tahun ini, Indonesia bekerja sama dengan 8 syarikah.

Penerapan sistem syarikah bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan melalui keterlibatan pihak swasta yang lebih kompetitif dan berfokus pada kepuasan jemaah. Diketahui, kloter 50 merupakan salah satu kloter yang menggunakan layanan dari syarikah RHL.

Pada kesempatan yang sama, Sugiyo yang juga menjabat sebagai Plh. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyampaikan kabar duka cita dari Makkah.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah wafat seorang jemaah haji Embarkasi Surabaya, Ibu Inten Retno Wati dari kloter 5 asal Kabupaten Kediri pada Rabu 14 Mei 2025 pukul 13.50 Waktu Arab Saudi di Kota Makkah. Insya Allah almarhumah husnul khotimah karena wafat di tempat terbaik umat muslim, yaitu Kota Makkah, saat sedang dalam proses menunaikan ibadah haji,” ungkap Sugiyo dengan nada duka.

Dengan bertambahnya satu jemaah yang wafat, total jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia hingga saat ini berjumlah empat orang.

“Dua jemaah wafat di asrama haji, satu jemaah di pesawat menuju Madinah, dan satu lagi di Makkah,” pungkas Sugiyo.(*)



No More Posts Available.

No more pages to load.