Gua Tsur: Saksi Bisu Hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA dari Mekkah ke Madinah

oleh -2071 Dilihat
Foto: Seorang peziarah keluar dari mulut gua tsur -BPKH.go.id

MEMORANDUM – Rasulullah SAW pernah berhijrah dari Mekkah ke Madinah karena dakwah di Mekkah tidak diterima dengan baik oleh kaum kafir Quraisy dan cukup membahayakan.

Beliau pergi diam-diam ditemani oleh sahabatnya, Abu Bakar RA. Namun di tengah perjalanan, para kaum kafir Quraisy mengejar mereka berdua.

Alhasil mereka harus bersembunyi di sebuah Gua yang dikenal dengan nama Gua Tsur.

Ketika mereka telah masuk di dalam perut gua, secara tiba-tiba datang ribuan laba-laba yang membuat jaring di mulut gua serta burung merpati yang membuat sarang dan bertelur di depannya.

Para kafir Quraisy yang mengejar mereka pun berhenti dan mengurungkan niat untuk masuk ke dalam gua tersebut karena kondisinya yang seperti itu, padahal terdapat jejak kaki berhenti di depan gua tersebut.

Mereka berpikir bahwa sarang laba-laba dan telur burung merpati akan hancur saat Rasulullah dan sahabatnya memasuki gua.

Oleh karena itu, atas izin dan kuasa Allah SWT, Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA lolos dan selamat dari kejaran para kafir Quraisy.

Kisah ini juga tercantum dalam salah satu firman Allah surah At-Taubah ayat 40, yang berbunyi:

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.(QS. At-Taubah 9:40)

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.