Hardiknas 2026: Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter dan Sistem ‘Among’

oleh -658 Dilihat
Seluruh pegawai berkumpul mengenakan pakaian adat nusantara untuk melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.

MEMORANDUM – Suasana halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tampak berwarna pada hari Sabtu 2 Mei 2026.

Seluruh pegawai berkumpul mengenakan pakaian adat nusantara untuk melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, membacakan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI. Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung khidmat, mengusung semangat keberagaman dan persatuan.

​Menghidupkan Spirit Ki Hajar Dewantara ​dalam sambutan yang dibacakan Kakanwil, Mendikdasmen menekankan bahwa inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia.

Nilai dasar yang diletakkan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem among yakni asah, asih, dan asuh harus tetap menjadi fondasi utama bagi pendidik di masa kini.

​”Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun watak dan peradaban,” ujar Bahtiar mengutip pesan Mendikdasmen.

​Selaras dengan Asta Cita Presiden
​Peringatan Hardiknas tahun ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pendidikan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utamanya adalah membangun SDM Indonesia yang unggul dan tangguh demi mewujudkan Indonesia Maju.

​Terdapat lima kebijakan strategis yang digarisbawahi untuk mendukung pembelajaran mendalam, di antaranya:

​Revitalisasi Satuan Pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

​Peningkatan Kesejahteraan dan kompetensi guru.

​Penguatan Karakter peserta didik.
​Literasi dan Numerasi untuk kualitas pembelajaran.

​Akses Inklusif dan fleksibel bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Usai upacara, Akhmad Sruji Bahtiar memberikan pesan khusus bagi jajaran Kemenag di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab Kemenag mencakup aspek yang luas, mulai dari madrasah hingga pesantren.

​”Pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tapi pembentukan akhlak dan nilai kebangsaan. Kita butuh tiga M untuk mewujudkannya: Mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” tegasnya.

​Apresiasi Busana Adat Terbaik
​Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme pegawai yang tetap hadir meski di hari libur, panitia memberikan penghargaan kepada enam peserta (tiga putra dan tiga putri) dengan pakaian adat terbaik.

Hal ini dilakukan untuk mengapresiasi kedisiplinan serta semangat menjaga identitas budaya bangsa di tengah tugas kedinasan.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.