Hindari Kepadatan, Kemenag Imbau Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan Datang Lebih Awal

oleh -17 Dilihat

MEMORANDUM— Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat yang akan menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026) untuk datang lebih awal. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi penumpukan massa dan menjaga kelancaran acara.

​Kegiatan yang diselenggarakan sebagai pembuka rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 100.000 peserta dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

​Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk Zikir dan Doa Kebangsaan, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa persiapan operasional lapangan mulai dari akses masuk, pengamanan, layanan kesehatan, hingga transportasi telah dimatangkan melalui koordinasi lintas lembaga.

​”Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk,” ujar Muchlis di Jakarta, pada hari Jumat 31 Juli 2026.

​Panduan dan Imbauan untuk Peserta
​Guna menjaga ketertiban di area terbuka Monas, Muchlis meminta kedisiplinan dan partisipasi aktif dari para peserta.Selain datang lebih awal, panitia merilis beberapa panduan penting bagi pengunjung:

​Titik Kumpul: Hadir sesuai lokasi dan jadwal yang telah dikoordinasikan oleh Kanwil Kemenag, instansi, atau kelompok masing-masing.

​Perlengkapan Ibadah & Pribadi: Membawa perlengkapan salat pribadi untuk persiapan Salat Magrib berjamaah, serta barang pribadi secukupnya.

​Prosedur Keamanan: Mengikuti pemeriksaan keamanan di pintu masuk serta mematuhi arahan petugas terkait jalur mobilisasi dan evakuasi.

​Kebersihan: Wajib menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekitar selama acara berlangsung.

​Panitia telah menyiagakan berbagai fasilitas pendukung di area Monas, seperti panggung utama, sistem suara (sound system), pos kesehatan, pos pengamanan, hingga pusat informasi.

​Muchlis menekankan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan simbol sinergi antara ikhtiar lahiriah dan batiniah bangsa Indonesia.

​”Kita bekerja keras membangun Indonesia, tetapi pada saat yang sama kita juga memohon pertolongan dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga doa yang dipanjatkan bersama menjadi energi moral yang memperkuat persatuan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang semakin maju, adil, makmur, serta dirahmati Allah SWT,” pungkasnya.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.