MEMORANDUM – Salat sunah terdapat banyak jenisnya dan masing – masing memiliki keutamaannya tersendiri. Salah satunya adalah salat sunah rawatib.
Salat sunah rawatib merupakan salat sunah yang mengiringi saat fardhu. Salat sunah rawatib yang dianjurkan berjumlah 12 rakaat yang dibagi menjadi 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelah zuhur, 2 rakaat setelah magrib dan 2 rakaat setelah isya’.
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. Tirmidzi)
Untuk tata cara salat sunah rawatib ini sama seperti salat pada umunya yaitu:
- Niat
- Takbiratul ikhram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Membaca surah pendek (dianjurkan surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas)
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud pertama di rakat pertama
- Duduk diantara dua sujud
- Sujud kedua di rakat pertama
- Kemudian berdiri melanjutkan rakaat kedua dengan urutan yang sama seperti rakat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
Untuk salat rawatib yang berjumlah 4 rakaat dilakukan dengan cara 2 rakaat salam 2 rakaat salam.
Untuk bacaan salat sunah rawatib tergantung pada waktu pengerjaannya. Berikut niat untuk masing – masing salat:
1. Niat salat rawatib sebelum subuh
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah.”
2. Niat salat rawatib sebelum zuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh shuhri rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah.”
3. Niat salat rawatib sesudah zuhur
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhri rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah zuhur dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah.”
4. Niat salat rawatib sesudah magrib
اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah maghrib dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah.”
5. Niat salat rawatib sesudah isya’
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholi sunnatal isyaa’i rok’ataini ba’diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah isya dua rakaat, menghadap Kiblat karena Allah.”
Itu adalah niat untuk masing – masing salat sunah rawatib muakkad atau salat sunah rawatib yang sangat dianjurkan pengerjaannya.
Berikut beberapa keutamaan ketika mengerjakan salat sunah rawatib, diantaranya dapat dijauhkan dari api neraka, mendapat nikmat yang lebih baik dari dunia dan seisinya, mengikuti sunah Rasulullah SAW, Allah SWT akan mengangkat derajatnya, di bangunkan rumah di surga dan yang lebih utama adalah dapat lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – mahasiswa magang di Memorandum






