JCH Asal Madiun Meninggal Dunia di Asrama Haji Surabaya, Batal Berangkat ke Tanah Suci

oleh -1929 Dilihat

SURABAYA, MEMORANDUM– Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti Jemaah Calon Haji (JCH) asal Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Sastrowiryo (79 tahun).

Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya pada hari Jumat, 17 Mei 2024 pukul 07.00 WIB, hanya dua hari sebelum keberangkatannya ke tanah suci Makkah.

Sastrowiryo yang tergabung dalam kloter 16 ini dikabarkan menderita gangguan pencernaan dan harus dirawat di RSU Haji sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Kepala Badan Kelompok Bimbingan dan Konseling Haji (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan, Sastrowiryo telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahap kedua di Kabupaten Madiun pada tanggal 21 Desember 2023 dan dinyatakan memenuhi syarat untuk berangkat haji, meskipun dengan pendampingan.

“Dari hasil pemeriksaan, beliau dinyatakan memenuhi syarat dengan pendampingan,” jelas Rosidi.

Sastrowiryo tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada tanggal 15 Mei 2024 pukul 06.16 WIB dan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan saturasi oksigen yang baik.

Namun, pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama, Sastrowiryo mengeluhkan sakit perut dan muntah. Tim medis kemudian segera merujuknya ke RSU Haji untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meskipun telah mendapatkan perawatan selama dua hari, Sastrowiryo akhirnya tidak dapat diselamatkan dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat 17 Mei 2024 pukul 07.00 WIB.

Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, dr. Gesta Robi Farmawan, menjelaskan bahwa Sastrowiryo menderita penyakit pencernaan yang tidak memungkinkan sistem pencernaannya untuk bergerak dengan normal.

“Awalnya pencernaannya tidak bisa bergerak, gerakan mendorong makanan (peristaltik) tidak berfungsi karena buntu,” ungkap dr. Gesta.

“Beliau memiliki riwayat penyakit maag, dan obat-obatan yang dibawanya juga terkait dengan pengobatan maag,” tambahnya.

Jenazah Sastrowiryo kemudian dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Madiun untuk dikebumikan.

“Tadi pagi (meninggalnya). Sudah dibawa ke daerah asalnya,” pungkas dr. Gesta.

Berita duka ini tentu menjadi pengingat bagi semua JCH untuk selalu menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebelum berangkat ke tanah suci.

Semoga amal ibadah almarhum Sastrowiryo diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.(*)



No More Posts Available.

No more pages to load.