Kuli Panggul Naik Haji, Kisah Inspiratif Suhriyeh Wujudkan Impian ke Baitullah

oleh -2291 Dilihat

SURABAYA, MEMORANDUM – Suhriyeh (60), seorang wanita yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Pabean Surabaya, tak henti-hentinya bersyukur atas kesempatannya menunaikan ibadah haji ke Baitullah tahun ini.

“Pendapatan saya per hari sekitar 30-40 ribu. Itupun kalau ramai,” tuturnya, Kamis16 Mei 2024.

Meskipun penghasilannya pas-pasan, Suhriyeh tak pernah patah semangat untuk mewujudkan mimpinya berhaji. Dengan penuh keikhlasan, ia menyisihkan sebagian penghasilannya, sedikit demi sedikit, untuk ditabung.

“Kalau sepi ya paling saya hanya bisa menyisihkan dua ribu rupiah,” tuturnya.

Suhriyeh menabung dengan tekun dan disiplin. Ia menyadari bahwa nominal uang yang ia sisihkan mungkin terkesan kecil, namun baginya, hal itu merupakan bukti komitmen dan keikhlasannya untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, barokah. Saya bisa naik haji,” terang wanita asli Sampang, Madura ini.

Setelah menabung selama bertahun-tahun, pada tahun 2011 Suhriyeh mendaftarkan dirinya untuk berangkat haji. Ia menjadi satu-satunya anggota keluarganya yang berkesempatan menunaikan ibadah haji.

“Kedua orang tua maupun kakak adik saya belum berhaji,” jelasnya.

Suhriyeh telah menekuni profesi kuli panggul selama sekitar 40 tahun. Pekerjaan ini tidaklah mudah, ia harus memikul barang dengan berat hingga 50 kilogram dengan jam kerja dari pukul 20.00 hingga 04.00 subuh.

“Dulu waktu masih muda malah kuat bisa 60 kilo,” ingatnya.

Meskipun terbilang berat, Suhriyeh tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh semangat dan ketabahan. Ia sadar bahwa pekerjaannya ini lah yang menjadi sumber penghasilannya untuk mewujudkan mimpinya.

“Gimana lagi bisanya cuma ini,” ujarnya.

Menjelang keberangkatannya ke tanah suci, Suhriyeh mengikuti manasik haji dan mempelajari ilmu-ilmu agama secara langsung dari para ustadz.

Pada musim haji tahun ini, Suhriyeh tergabung dengan kloter 15 dari Kota Surabaya. Kloter 15 dijadwalkan terbang ke tanah suci pada hari Rabu,15 Mei 2024 pukul 05.30 WIB.

Di Baitullah nanti, Suhriyeh berdoa untuk keselamatannya di dunia dan akhirat, serta berharap agar dosa-dosanya diampuni Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarganya diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di masa depan.

Kisah inspiratif Suhriyeh ini menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, kerja keras, dan keikhlasan, mimpi besar dapat diraih, bahkan bagi mereka yang berasal dari latar belakang yang sederhana.(*)



No More Posts Available.

No more pages to load.