Lansia dan Disabilitas Lebih Mudah Beribadah Bus Shalawat Ramah Jemaah Haji RI Mulai Beroperasi di Makkah

oleh -1192 Dilihat

MEMORANDUM – Gelombang jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Makkah kini dapat melaksanakan umrah wajib dengan lebih nyaman.

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mengoperasikan layanan transportasi andalan, Bus Shalawat, yang siap mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya selama 24 jam penuh musim haji ini.

Kabar baiknya, armada Bus Shalawat kali ini dirancang khusus dengan konsep inklusif.

“Di Makkah, kita siapkan bus Shalawat yang akan beroperasi 24 jam untuk mengantar dari hotel ke Masjidil Haram,” ungkap Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag RI, Muchlis M Hanafi, di Makkah, Minggu 11 Mei 2025.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bus yang digunakan adalah jenis low deck yang sangat memudahkan akses bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

“Kita siapkan layanan inklusi, dengan hadirkan bus Shalawat yang ramah dengan jemaah lansia dan berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Sebanyak 32 unit Bus Shalawat disiagakan untuk melayani kebutuhan transportasi jemaah. Setiap bus dilengkapi dengan area khusus untuk kursi roda, memastikan kenyamanan dan keamanan bagi semua penumpang.

“Seluruh armada telah dipasang GPS dan CCTV yang dapat diakses oleh petugas,” imbuh Muchlis, menekankan aspek keamanan dan pengawasan layanan ini.

Bus-bus ini akan melayani rute strategis yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidil Haram.

Jemaah yang menginap di wilayah Syisah dan Raudhah akan diantar menuju Terminal Syib Amir yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram.

Sementara itu, jemaah dari wilayah Jarwal akan diantar ke Terminal Jabal Ka’bah, dan jemaah yang tinggal di Misfalah akan menuju Terminal Ajyad.

Kepala Bidang Transportasi pada PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, memastikan bahwa layanan Bus Shalawat ini telah termasuk dalam komponen biaya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Beliau juga menegaskan bahwa seluruh sopir bus telah mendapatkan upah, sehingga jemaah tidak perlu memberikan tip atau biaya tambahan apapun saat menggunakan layanan ini.

“Tidak ada uang tips, baksyis, apalagi pungutan liar,” ujarnya dengan jelas.

Jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci telah memanfaatkan layanan Bus Shalawat untuk menunaikan umrah wajib.

Setibanya di Masjidil Haram, mereka langsung melaksanakan tawaf, sai, dan diakhiri dengan tahalul.

Setelah menyelesaikan umrah wajib, jemaah haji dapat melanjutkan aktivitas ibadah dan beristirahat di Makkah sambil menunggu dimulainya puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lempar jumrah.

Rangkaian puncak haji diperkirakan akan dimulai pada 9 Zulhijah, yang berpotensi jatuh pada tanggal 5 Juni 2025.

PPIH mengimbau seluruh jemaah haji untuk senantiasa menjaga kesehatan dan stamina menjelang puncak haji.

Jemaah juga dianjurkan untuk tidak memaksakan diri dalam melaksanakan ibadah sunah di Masjidil Haram agar tetap fit saat pelaksanaan rukun dan wajib haji.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.