Makna Tawakal yang Benar, Pasrah Bukan Berarti Tanpa Usaha

oleh -2185 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Masih banyak orang yang salah mengartikan arti Tawakal. Banyaknya orang yang menganggap tawakal sebagai kunci dari suatu masalah.

Contohnya dari seseorang yang tidak mau bekerja dan ingin mendapat uang, dan beralasan kalau sudah menyerahkannya kepada Allah, Allah yang akan mengatur semuanya.

Pengertian seperti ini masih dipegang oleh sebagian orang, mereka tidak mau berusaha sama sekali dan pasrah kepada Allah.

Tentu ini adalah pengertian yang salah.

Lalu apa makna tawakal yang sebenarnya dan bagaimana kita harus pasrah dengan Allah?

Makna Tawakal

Tawakal berasal dari bahasa arab yang artinya berserah dan bersabar.

Sementara menurut KBBI, tawakal adalah pasrah diri kepada kehendak Allah; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah (dalam penderitaan dan sebagainya).

Jadi tawakal bukan hanya sekedar pasrah dengan keadaan dan menyerahkan kepada Allah SWT.

Memang, seseorang tidak bisa disebut beriman kalau di dalam dirinya tidak ada sifat tawakal, karena kita sebagai Muslim harus mempercayai bahwa Allah yang akan membantu kita dalam segala hal.

Akan tetapi kalau kita hanya pasrah dan tidak melakukan apapun, hasilnya akan sama saja.

Tawakal disertai dengan Ikhtiar

Perlu diingat, kalau tawakal harus disertai dengan yang namanya ikhtiar atau usaha.

Yang harus diketahui adalah tawakal saja tidak cukup, usaha juga sangatlah penting jika kita ingin menggapai sesuatu.

Allah SWT dan Nabi SAW selalu mengajarkan kita untuk selalu usaha dan tidak boleh menyerah.

Diceritakan di dalam sebuah hadis tentang tawakal dan berusaha, yang artinya.

“Dari Umar bin Khattab RA. berkata, Nabi SAW bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung yang mendapatkan rezekinya. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim).

Dari cerita tersebut sudah jelas kalau kita ingin mendapat rezeki dari Allah kita harus berusaha atau bekerja, sebagaimana yang burung lakukan.

Jadi usaha fisik juga diperlukan, tidak bisa jika hanya mengandalkan berdoa saja.

Tawakal adalah pekerjaan hati, usaha adalah pekerjaan fisik.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.