MEMORANDUM– Setelah empat hari bermukim di Kota Suci Madinah, penantian panjang jemaah umrah Bakkah Travel untuk bersujud di Raudhah akhirnya terwujud.
Suasana batin para jemaah seakan meledak; tangis haru tak terbendung begitu mereka menyentuh karpet hijau yang menandai area Raudhah (Taman Surga), tempat yang sangat dianjurkan untuk diziarahi di dalam Masjid Nabawi.
Untaian doa yang dipanjatkan terasa begitu bermakna. Di area yang diyakini sebagai tempat mustajabah ini, para jemaah dari seluruh penjuru dunia melebur dalam ketundukan yang sama.
Ustaz Achmad Bajuri, yang memimpin rombongan 20 jemaah Bakkah Travel, menjelaskan bahwa setiap jengkal di Raudhah adalah ruang untuk menjemput rida Allah.
”Karena diyakini sebagai taman surga, panjatkanlah doa dengan tulus. Mohonlah ampunan, kebaikan dunia akhirat (hasanah), rezeki yang halal, ilmu bermanfaat, serta keselamatan diri dan keluarga,” urai Ustaz Bajuri.
Beliau juga mengingatkan jemaah untuk mengawali doa dengan selawat dan doa bisa menggunakan bahasa Arab atau Indonesia, dan jangan lupa selawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa-doa umum seperti memohon ampunan (Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni) atau doa kebaikan dunia akhirat (Rabbana atina fid-dunya hasanah…) sangat dianjurkan.
Semua umat muslim akan meledak tanggisnya, begitu melakukan salat taubat dan salat hajat.
Sangat dianjurkan untuk dibaca, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia agar lebih meresap ke dalam sanubari.
Kesaksian Jemaah Getaran Kalbu di Sujud Terakhir
Momen salat Taubat dan salat Hajat menjadi puncak emosional bagi rombongan. Abah Ridwan, jemaah asal Trosobo, tak mampu menahan lelehan air mata saat keningnya menyentuh lantai Raudhah.
“Meledak tangis saya, begitu sujud di Raudhah,” tegasnya dengan suara bergetar.
Terkait adab di tempat suci ini, Ustaz Bajuri menekankan pentingnya menjaga niat. Beliau mengingatkan agar jemaah:
Meluruskan Niat: Memohon hanya kepada Allah SWT, bukan kepada makam Rasulullah SAW.
Khusyuk: Menggunakan bahasa yang dipahami agar doa lebih bermakna.
Empati: Tidak berlama-lama agar memberi kesempatan bagi jemaah lain yang juga ingin merasakan atmosfer “Taman Surga”.
Ziarah Makam Rasulullah Menjemput Berkah
Usai menuntaskan ibadah di Raudhah, gelombang jemaah bergeser menuju makam Rasulullah Muhammad SAW yang berada tepat di sebelahnya. Ustaz Bajuri menegaskan bahwa ziarah ini adalah bentuk penghormatan tertinggi.
”Jika menziarahi makam orang tua dan orang saleh saja dianjurkan, maka makam Rasul SAW jauh lebih layak. Selain pengingat akan kematian, ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW adalah jalan untuk meraih berkah dan meneladani kemuliaan beliau,” pungkasnya. (day)







