MEMORANDUM – Hujan adalah rahmat Allah SWT, kalimat itu seringkali terdengar di telinga setiap orang, tetapi apakah itu benar?
Jawabannya memang benar, hujan merupakan rahmat dari Allah SWT yang membawa berkah bagi setiap mahkluk-Nya.
Hujan merupakan nikmat yang diturunkan oleh Allah SWT dari langit ke bumi, yang memberikan manfaat ke semua mahkluk-Nya.
Melalui hujan, Allah tidak hanya memberikan rezeki kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk yang lain seperti tumbuhan dan hewan.
Hujan membuat manusia bisa memperoleh air yang cukup untuk mandi dan lain-lain, hewan mendapat air minum yang cukup, tumbuhan bisa tumbuh dengan subur.
Rasulullah SAW juga memberikan dan mencontohkan beberapa amalan yang bisa dilakukan ketika turun hujan.
Menyingkap pakaian
Pada saat hujan Rasulullah SAW menyingkap atau membuka bajunya dengan tujuan agar terkena air hujan.
Cerita ini mengutip dari tulisan karya Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, yaitu:
وروي مسلم في صحيحه، وأبو داود عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه، وقال أبو داود: يحسر ثوبه عنه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه
Artinya: “Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya. (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan. Kami berkata: Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini? Rasulullah menjawab: Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah.” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al Andalusi).
Kemudian ditafsirkan oleh Imam Al-Nawawi mengenai maksut dari kalimat “لأنه حديث عهد بربه” menjadi:
معناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر
Artinya: “Maknanya, sesungguhnya hujan adalah rahmat, yaitu rahmat yang baru saja Allah Ta’ala ciptakan, kemudian Rasulullah bertabarruk (mengambil berkah) dengan hujan tersebut”.
Maksutnya adalah Rasulullah SAW membuka sedikit bagian bajunya (yang bukan aurat) agar terkena hujan, dikarenakan air hujan tersebut merupakan berkah dari Allah SWT.
Berdoa ketika turun hujan
Rasulullah SAW juga memberikan doa kepada kita yang bisa kita lakukan ketika akan atau sedang turun hujan.
Doa ketika turun hujan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat”.
Doa setelah turun hujan
Rasulullah juga memberikan doa lain, seperti doa ketika hujan sudah berhenti, yaitu:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”
Kita dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengucapkan doa tersebut, seperti yang tertulis di dalam hadis, yang artinya.
“Barangsiapa yang mengatakan, ‘kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’ maka orang itu beriman kepada Allah dan bukan kepada bintang-bintang.” (HR. Muslim).
Doa agar hujan berhenti
Doa ini diberikan Rasulullah kepada umatnya ketika ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah.
Mereka datang ingin meminta bantuan agar hujan berhenti, karena hujan telah berlangsung selama satu minggu dan hewan ternak mereka terancam mati.
Maka Rasulullah SAW pun berdoa:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berikan hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, dasar lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pohon.”
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum






