Mengenal Ali Imran, Sebuah Nama yang Dijadikan Surah dalam Al Qur’an

oleh -1903 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Al Qur’an merupakan kitab suci yang dimiliki oleh umat Islam yang digunakan sebagai pedoman hidup. Selain itu, Al Qur’an juga mengandung banyak sekali kisah-kisah umat terdahulu yang diceritakan di dalamnya.

Bahkan ada beberapa kisah yang ceritanya dirangkum khusus di dalam sebuah surah di dalam Al Qur’an.

Salah satu kisah yang diceritakan dan dibuatkan menjadi sebuah surah adalah kisah Ali Imran.

Kisah Ali Imran

Ali Imran bukanlah nama seseorang, akan tetapi itu sebuah kata yang berasal dari bahasa arab, yang mana kalau diartikan berarti “keluarga Imran”.

Keluarga Imran merupakan kisah keluarga yang satu-satunya disebutkan di dalam Al Qur’an melalui nama surah, yaitu Surah Ali Imran.

Di dalam Al Qur’an, keluarga Imran dikisahkan sebagai sebuah keluarga impian yang sukses dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang taat kepada Allah SWT.

Pada dasarnya, surah ini kurang menceritakan tentang Imran sendiri, akan tetapi lebih terfokus kepada anggota keluarganya, yaitu istri dan anaknya.

Mengenal Keluarga Imran

Anggota keluarga Imran yang diceritakan di dalam surah ini adalah istrinya yang bernama Hannah dan anaknya yang bernama Maryam.

Kisahnya dimulai ketika pasangan Imran dan Hannah yang tidak kunjung mendapatkan anak meskipun mereka sudah memasuki usia tua.

Sampai-sampai Hannah bernazar kepada Allah SWT, apabila mereka dikaruniai seorang anak maka mereka akan menyuruh anak tersebut untuk berkhidmat kepada Allah di Baitul Maqdis.

Hal ini disebutkan di dalam Al Qur’an, tepatnya pada Surah Ali Imran.

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ۝٣٥ فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰىۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ ۝٣٦

Artinya: “(Ingatlah) ketika istri Imran berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitul Maqdis). Maka terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [35]. Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk [36].” (QS. Ali Imran:  35-36).

Awalnya pasangan Imran dan Hannah mengharapkan seorang anak laki-laki, akan tetapi Allah memberikan mereka seorang anak perempuan yang bernama Maryam.

Maryam binti Imran

Maryam yang lahir dari pasangan Imran dan Hannah tumbuh menjadi wanita yang sangat taat kepada Allah SWT.

Seperti nazar ibunya dulu, Maryam menjadi wanita yang berkhidmat kepada Allah SWT dan meninggalkan kesenangan dunia.

Maryam dikaruniai hal yang luar biasa dari Allah SWT, diceritakan ia mendapatkan makanan-makanan yang lezat secara ajaib meskipun Maryam tidak pernah keluar dari rumah.

Hal ini disaksikan sendiri oleh Nabi Zakariya AS selaku paman dari Maryam dan juga penjaga Baitul Maqdis.

Kisah ini juga tertulis di dalam Al Qur’an, yakni pada Surah Ali Imran.

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًاۖ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّاۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًاۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَكِ هٰذَاۗ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۝٣٧

Artinya: “Maka (Allah) menerimanya (Maryam) dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakariya. Setiap kali Zakariya masuk menemui di mihrabnya, dia mendapati makanan di sisinya. Dia berkata: Wahai Maryam, dari mana engkau peroleh semua ini? Dia (Maryam) menjawab: Itu dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Ali Imran: 37).

Kisah tentang keluarga Imran juga menjadi semakin disorot ketika Maryam menerima wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.

Maryam akan dikaruniai Allah SWT seorang anak yang sangat luar biasa, ditambah lagi tanpa seorang ayah.

Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya bahwa segala sesuatu pasti bisa terjadi sesuai dengan kehendak-Nya.

Maryam akhirnya melahirkan seorang bayi yang memiliki kemampuan bisa berbicara segera setelah dilahirkan, tak lain dan tak bukan bayi tersebut adalah Nabi Isa AS.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.