Menjemput Keberkahan, Dua Karyawan Memorandum Tekuni Ibadah di Masjid Nabawi Melalui Tadarus Alquran

oleh -272 Dilihat
Dua karyawan Memorandum saat membaca Alquran selama berada di Masjid Nabawi, Madinah.

MEMORANDUM – Menjalankan ibadah umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momentum emas untuk memperdalam spiritualitas.Hal inilah yang dilakukan oleh dua karyawan Memorandum, Suhadak dan Ihyak Ulumudin, yang memilih fokus menghidupkan waktu mereka dengan amalan membaca Alquran selama berada di Masjid Nabawi, Madinah, pada hari Senin 2 Februari 2026.

​Bagi Suhadak, dari bagian pemasaran, dan Ihyak Ulumudin dari tenaga layout koran Memorandum, kesempatan bermukim di Tanah Suci adalah waktu terbaik untuk bermunajat.

Suhadak menekankan bahwa membaca dan mentadaburi ayat-ayat suci di tempat bersejarah memberikan ketenangan batin yang luar biasa.

​”Keutamaan di sini adalah memperbanyak bacaan Alquran. Nilai pahala salat di Masjid Nabawi mencapai 1.000 kali lipat. Selain salat wajib, kami berupaya memaksimalkan ibadah sunnah, termasuk mengaji hingga khatam jika mampu,” ujar pria asal Tulangan, Sidoarjo yang berangkat bersama istrinya tersebut.

​Kedekatan Spiritual di Raudhah
​Sementara itu, Ihyak Ulumudin atau yang akrab disapa Ulum mengaku sangat bersyukur dan terharu bisa merasakan atmosfer suci di Madinah.

Meski menjalankan ibadah tanpa keluarga, Ulum merasa bersemangat, terutama saat berkesempatan mendekati area Raudhah.

​”Alhamdulillah, saya bisa berkeliling ke Raudhah dan area sekitar Masjid Nabawi. Rasanya sangat senang dan haru, bahkan saya sempat mengitari area tersebut beberapa kali,” ungkap Ulum saat ditemui di sela istirahat di hotel bersama rombongan tokoh pers Jawa Timur yang ikut dalam keberangkatan bersama Bakkah Travel.

​Selama di Madinah, para jemaah yang berangkat bersama rombongan Memorandum dan Bakkah Travel ini juga diimbau untuk terus memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW dengan harapan mendapatkan syafaat di hari akhir.

Jemaah selama berada di Kota Madinah diharapkan memperbanyak bacaan Salawat kepada Rasulullah. Kita semua berharap bisa mendapatkan syafaat Rasulullah, kelak di Yaumul Akhir, ucapnya di Madinah.

​Namun, Suhadak mengingatkan rekan-rekan jemaah lainnya untuk tetap memperhatikan kondisi fisik. Menurutnya, meski semangat beribadah sedang tinggi, menjaga kesehatan adalah hal yang tak kalah penting.

​”Aktivitas utama memang beribadah, baik di masjid maupun di hotel. Namun, amalan harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Jangan memaksakan diri agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya. (day)

Editor: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.