Menyusuri Jejak Sejarah di Bawah Gemerlap Madinah Dengan Buggy Car

oleh -161 Dilihat
Ustaz Achmad Bajuri, Dirut, Choirul Shodiq, tampak mendampingi tokoh nasional Dahlan Iskan saat berkeliling Madinah menggunakan buggy car

MEMORANDUM – Menikmati sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat di Kota Madinah kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih santai namun berkesan.

Kendaraan buggy car (kereta listrik) menjadi pilihan favorit jemaah umrah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau tidak kuat berjalan jauh.

​Direktur Bakkah Travel, Ustaz Achmad Bajuri, bersama Dirut Memorandum, Choirul Shodiq, tampak mendampingi tokoh nasional Dahlan Iskan saat berkeliling Madinah menggunakan buggy car.

Mantan Menteri BUMN era Presiden SBY tersebut turut merasakan sensasi menyusuri rute bersejarah di tengah suasana kota yang syahdu.

​”Jemaah memanfaatkan kendaraan ini untuk safari malam, terutama menuju kawasan sekitar Masjid Quba atau area di sekeliling Masjid Nabawi,” ujar Achmad Bajuri, Selasa 3 Februari 2026.

​Solusi Praktis dan Memikat
​Buggy car menawarkan mobilitas yang praktis untuk melihat situs-situs bersejarah serta kawasan pertokoan yang hidup.

Pada malam hari, gemerlap lampu di sepanjang jalur menjadi daya tarik tersendiri yang memanjakan mata jemaah.

​Menurut Bajuri, perjalanan ini menempuh jalur sepanjang kurang lebih 10 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 menit.

Sebagai sosok yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik, ia pun mengingatkan jemaah Bakkah Travel untuk selalu berkoordinasi dengan mutawif atau petugas setempat saat berada di lokasi.

​Sekitar pukul 21.30, rombongan Dahlan Iskan mulai menaiki kendaraan listrik tersebut.

​”Ini inovasi pelayanan yang bagus bagi jemaah umrah dan haji agar mereka bisa lebih mengenal tempat-tempat bersejarah Islam di Madinah dengan nyaman,” puji Dahlan Iskan.

​Pantauan Memorandum di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Jemaah harus bersabar mengantre tiket karena kapasitas unit yang terbatas.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah menyediakan trek khusus agar operasional buggy car berjalan tertib. Jemaah pun dimudahkan dengan pilihan pembayaran tunai maupun nontunai.

Menuju Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah.

​Perjalanan buggy car ini umumnya dimulai dari titik dekat monumen “I Love Madinah” dan berakhir di pelataran Masjid Quba.

​Masjid Quba memiliki nilai historis yang luar biasa. Dibangun oleh Rasulullah SAW pada tahun 622 M (1 Hijriyah) saat perjalanan hijrah, masjid ini berdiri sekitar 5 km di tenggara Masjid Nabawi.

Ustaz Bajuri menjelaskan bahwa masyarakat Quba adalah kaum yang pertama kali menerima kenabian Muhammad SAW dengan tangan terbuka.

​”Sangat dianjurkan mengunjungi masjid ini saat umrah. Ada keutamaan besar; melaksanakan salat dua rakaat di dalam Masjid Quba pahalanya setara dengan satu kali ibadah umrah,” papar Bajuri.

​Meskipun awalnya dibangun dengan arsitektur yang sangat sederhana, kini Masjid Quba telah bertransformasi menjadi bangunan yang megah dan luas melalui berbagai tahap renovasi oleh Pemerintah Saudi.

Mengenang Al-Qashwa: Unta Penentu Takdir.

​Di sela perjalanan, Ustaz Bajuri juga menceritakan kisah ikonik tentang unta milik Nabi Muhammad SAW yang bernama Al-Qashwa.

​Kisah ini bermula saat Nabi tiba di Madinah setelah dari Quba. Kala itu, masyarakat Madinah berebut menarik tali kekang Al-Qashwa agar Nabi bersedia menginap di rumah mereka. Namun, dengan bijak Rasulullah bersabda:

​”Biarkan unta ini berjalan, karena ia telah mendapatkan perintah langsung dari Allah di mana ia akan berhenti.”

​Al-Qashwa terus berjalan hingga akhirnya berhenti di sebuah lahan kosong yang kemudian menjadi lokasi pembangunan Masjid Nabawi.

Kisah-kisah seperti inilah yang membuat perjalanan singkat dengan buggy car terasa lebih bermakna bagi para jemaah. (day)

Editor: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.