Misi Damai Lintas Keyakinan Kanwil Kemenag Jatim Sambut Hangat 57 Bhikkhu ‘Walk for Peace 2026’

oleh -82 Dilihat

MEMORANDUM — Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) menjadi saksi bisu indahnya toleransi pada Kamis 14 Mei 2026.

Sebanyak 57 Bhikkhu yang tengah menempuh perjalanan spiritual dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026 disambut dengan penuh persaudaraan oleh jajaran pejabat Kemenag dan tokoh lintas agama. Suasana haru dan khidmat menyelimuti pertemuan tersebut.

Hadir mendampingi para Bhikkhu, Pembimbing Masyarakat Buddha, Ketut Panji Budiawan, beserta sekitar 300 umat Buddha dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang turut memberikan dukungan moral bagi para pejalan damai tersebut.

​Simbol Nyata Moderasi Beragama
​Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa aksi jalan kaki ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol kuat mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.

​”Kegiatan ini adalah pengingat bahwa perdamaian dimulai dari langkah kecil, melalui sikap saling menghormati. Kami berkomitmen menjadikan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan yang harmonis,” tegas Syaikhul.

​Ia juga memberikan semangat kepada para Bhikkhu yang akan melanjutkan perjalanan panjang menuju pusat perayaan Waisak.

“Selamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa harmoni bagi kita semua,” tambahnya.

Menempuh Jalur Terpanjang Selama 11 Hari.

​Ketua Panitia Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rute yang dilalui melalui jalur timur ini merupakan jalur terpanjang dalam rangkaian tahun ini.

Rombongan yang dipimpin oleh Bhante Prakari dari Thailand ini telah memulai perjalanan dari Denpasar sejak 7 Mei dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei mendatang.

​Ada beberapa fakta menarik dalam rombongan ini:

​Rentang Usia: Peserta termuda berusia 23 tahun, sementara yang tertua berusia 67 tahun.

​Kepemimpinan: Bhante Prakari meski bertubuh kecil, dikenal memiliki keteguhan luar biasa yang menjadi inspirasi peserta.

​Partisipasi Publik: Sepanjang rute, masyarakat dari berbagai suku dan agama turut bergabung berjalan kaki sebagai bentuk dukungan.

​Terharu oleh Keramahan Masyarakat
​Bhikkhu Beng An, peserta asal Malaysia, mengaku sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia.

Meski harus menghadapi cuaca tropis yang cukup terik, antusiasme warga menjadi “obat” lelah bagi para Bhikkhu.

​”Kami berjalan di tengah cuaca panas. Namun, saat melihat umat dan warga menyambut dengan hangat, semangat kami langsung tumbuh kembali,” ungkapnya haru.

​Setelah beramah tamah di Kanwil Kemenag Jatim, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al Akbar Surabaya pada pukul 15.00 WIB sebagai bentuk silaturahmi lintas iman, sebelum beristirahat di Buddhayana Dharmawira Centre (BDC) Surabaya.

​Indonesia Walk for Peace 2026 membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan warna yang memperindah potret persaudaraan di tanah air.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.