Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel

oleh -2078 Dilihat
foto: freepik.com

Memorandum – Muhammad Al Fatih adalah seorang Sultan sekaligus seorang pahlawan besar di dalam sejarah Islam.

Nama Muhammad Al Fatih sangat terkenal di seluruh dunia, sama terkenalnya seperti Shalahuddin Al Ayyubi.

Namanya terkenal hingga sekarang dikarenakan prestasinya yang berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Konstantinopel adalah ibu kota kekaisaran Romawi Timur, yang dulunya dikenal dengan nama Byzantium.

Maka tidak heran kalau Konstantinopel sangat sulit untuk ditembus, karena merupakan sebuah kota besar dengan sistem pertahanan yang sangat kuat.

Siapakah sosok Al Fatih, bagaimana dia bisa menjadi seorang pahlawan yang begitu terkenal?

Berikut adalah beberapa informasi tentang Muhammad Al Fatih.

  1. Biografi

Nama aslinya adalah Muhammad II (Mehmed dalam bahasa Turki), putra dari Sultan Murad II dan Huma Hatun, pemimpin Dinasti Turki Utsmani.

“Al Fatih” merupakan julukan yang diberikan kepadanya yang berarti Sang Penakluk.

Julukan tersebut diberikan kepadanya karena berhasil menaklukkan Konstantinopel.

  1. Sosok yang sangat cerdas

Mengutip dari buku yang berjudul “Muhammad Al Fatih” karya Felix Y. Siauw, dikatakan bahwa sejak kecil Muhammad II dikelilingi oleh ulama-ulama terbaik pada zamannya.

Bukan hanya ulama, beliau juga belajar dengan guru-guru dari agama lain.

Maka tidak heran jika beliau menguasai sangat ilmu-ilmu agama, bahasa, dan ilmu umum lainnya.

  1. Menjadi Sultan di usia muda

Sultan Murad II dengan resmi menunjuk anaknya Muhammad II untuk menjadi Sultan pada usia 12 tahun.

Tetapi dikarenakan ada beberapa masalah Sultan Murad II kembali menjabat, dan akhirnya Muhammad II menjabat lagi pada usia yang ke 19 tahun.

  1. Pemimpin yang adil

Ketika berhasil menaklukkan Konstantinopel, Muhammad Al Fatih tidak menyakiti warga sipil.

Beliau berperilaku toleran kepada warga sipil, yang mana seluruhnya beragama Kristen Ortodoks.

Beliau juga mempersilahkan bagi siapa yang ingin tinggal dan siapa yang ingin pergi.

  1. Wafatnya Al Fatih

‘Sang Penakluk’ wafat pada tahun 1841 M pada usianya yang ke-50 tahun.

Diceritakan penyebab kematian beliau adalah menderita penyakit yang cukup parah.

Jasadnya dimakamkan di Masjid Fatih, Istanbul.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum.

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.