Nikmatnya Salat di Rooftop Masjidil Haram, Melangitkan Doa di Antara Desir Angin Malam

oleh -118 Dilihat
Suasana Berdoa di rooftop Masjidil Haram.

MEMORANDUM– Denyut spiritual di Masjidil Haram tak pernah berhenti. Jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia terus mengalir, memenuhi setiap jengkal shof untuk menghadap Kakbah, memasrahkan diri sepenuhnya kepada Sang Khalik.

Baik untuk salat wajib, ibadah sunah, maupun rangkaian umrah, suasana rumah Allah ini selalu riuh dengan lantunan doa.

​Pantauan Memorandum, kepadatan jemaah tampak merata di setiap sudut, termasuk di area rooftop (lantai teratas) Masjidil Haram.

Meski embusan angin malam mulai membawa hawa dingin yang menusuk tulang, hal itu tak sedikit pun menyurutkan semangat para tamu Allah untuk tetap bersujud.

​“Suasana batin terasa sangat tenang, seolah rasa damai itu mengalahkan dinginnya udara malam di sini,” ujar Ridwan Dwiki, jemaah umrah asal Jawa Timur yang berangkat melalui Bakkah Travel, pada hari Sabtu 7 Februari 2026.

​Ridwan, pria yang juga bapak satu anak ini, memilih menghabiskan waktu dengan memperbanyak iktikaf. Sambil menunggu masuknya waktu Isya, ia tampak khusyuk membaca Alquran secara tartil dan menjalankan salat-salat sunah.

​“Sambil menunggu Isya, saya memilih bertahan di Masjidil Haram. Momen ini saya manfaatkan untuk memperbanyak doa dan ibadah,” imbuhnya dengan nada rendah hati.

Jutaan umat muslim melakukan towaf menggelilinggi Kakbah dilihah dari atas rooftop Masjidil Haram.

​Semangat serupa ditunjukkan oleh Rakhmat Hidayat. Warga Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo ini mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berada di tanah suci.

Meski jarak hotel tempatnya menginap sekitar 600 meter dari masjid, ia tetap bersemangat menuju pusat kiblat.

​“Selama badan masih kuat, ya harus go ke Masjidil Haram. Sebisa mungkin mendekat ke Kakbah,” urai Rakhmat penuh semangat.

​Tak ketinggalan, jemaah lain dari rombongan Bakkah Travel, seperti Ihyak Ulumuddin dan Suhadak, juga tampak aktif menjalankan ibadah wajib maupun sunah. Kehadiran mereka di Makkah kali ini terasa spesial karena menjalankan umrah melalui fasilitas kantor Memorandum.

​“Kami berupaya maksimal dalam beribadah. Mumpung raga ini sedang berada di Makkah, setiap detik sangat berharga,” tegas Ulumuddin dengan raut wajah serius namun teduh.

​Hingga saat ini, arus jemaah yang melakukan tawaf di area bawah maupun yang bertahan di lantai atas terus mengalir, menciptakan pemandangan spiritual yang luar biasa di bawah langit Kota Suci. (day)

Editor: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.