Peringati Satu Abad NU, Kakanwil Kemenag Jatim Hadiri Mujahadah Kubro di Malang

oleh -69 Dilihat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menghadiri gelaran Mujahadah Kubro.

MEMORANDUM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menghadiri gelaran Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang memutihkan Stadion Gajayana, Kota Malang, pada hari Minggu 8 februari 2026.

​Acara akbar ini mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengemban Peradaban” dan menjadi magnet bagi ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Jawa Timur.

​Kemeriahan satu abad NU ini semakin istimewa dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Tampak hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua MPR RI, Panglima TNI, dan Kapolri.

​Dari jajaran ulama, terlihat Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, serta para tokoh sentral PWNU Jawa Timur seperti KH. Anwar Mansyur dan KH. Abdul Hakim Mahfudz.

Tak ketinggalan, Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turut mendampingi rombongan.

​Pesan Kedamaian dari Presiden
​Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengaku merasakan kedamaian dan optimisme yang luar biasa saat berada di tengah keluarga besar NU. Ia memuji peran NU sebagai pilar stabilitas nasional selama satu abad terakhir.

​”Kemakmuran hanya dapat terwujud dalam suasana damai. Bangsa yang kuat mensyaratkan pemimpinnya untuk rukun, bersatu, dan mengabdi sepenuhnya bagi rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

​Komitmen Kakanwil Kemenag Jatim
​Ditemui di sela acara, Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa Mujahadah Kubro ini bukan sekadar ritual spiritual, melainkan momentum penguatan komitmen kebangsaan.

​”Nahdlatul Ulama telah membuktikan kontribusi besarnya dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Kementerian Agama akan terus mendukung tradisi yang menanamkan nilai moderasi beragama dan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin seperti ini,” tegas Bahtiar.

​Khidmat Hingga Akhir
​Sejak fajar menyingsing, lantunan dzikir, tahlil, dan shalawat telah menggema di Stadion Gajayana.

Meski dipadati ribuan jamaah, acara berlangsung tertib dan aman.Gelaran ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, memohon agar Indonesia tetap menjadi negara yang damai, religius, dan berkeadaban.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.