Perjalanan Kekhalifahan Islam, Empat Dinasti Besar dalam Sejarah

oleh -5378 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Perkembangan agama Islam yang pesat hingga saat ini tak lepas dari peran para kekhalifahan yang ada.

Setelah kehilangan sosok pemimpin yaitu Rasulullah SAW, Islam dipimpin oleh berbagai khalifah.

Seiring berjalannya zaman kekhalifahan Islam mengalami banyak perubahan, yang mana dimulai dari masa kepemimpinan sahabat yang disebut sebagai masa Khulafaur Rasyidin.

Kemudian dilanjutkan oleh berbagai kekhalifahan yang lebih berfokus pada kekuatan politik yang dominan di dunia.

Dalam sejarah kekhalifahan Islam, terdapat berbagai kepemimpinan yang dipimpin oleh beberapa dinasti; seperti Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan juga Kesultanan Utsmaniyah.

Berikut ini adalah empat periode kekhalifahan Islam besar yang pernah berkuasa di dunia.

Khulafaur Rasyidin

Setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 M, umat Islam pada saat itu dipimpin oleh para sahabat terpilih yang disebut sebagai masa Khulafaur Rasyidin.

Masa ini dikenal dengan masa Khulafaur Rasyidin yang berarti “khalifah yang diberi petunjuk”.

Pada masa ini Islam dipimpin oleh beberapa sahabat ternama, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin berlangsung selama kurang lebih 29 tahun, yaitu pada tahun 632-661 M.

Masa Khulafaur Rasyidin diakhiri dengan lengsernya sahabat Ali bin Abi Thalib pada tahun 661 M, kemudian digantikan dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Dinasti Umayyah

Setelah terjadinya konflik akhirnya khalifah Ali bin Abi Thalib digantikan oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dari Bani Umayyah.

Bani Umayyah merupakan kekhalifahan Islam pertama yang menerapkan sistem kerajaan turun-temurun atau yang biasa disebut sebagai dinasti.

Mu’awiyah mendirikan pusat Dinasti Umayyah di Damaskus, Suriah.

Masa pada masa ini Islam mengalami penyebaran wilayah besar-besaran, di mana wilayah kekhalifahan membentang dari Spanyol barat hingga India timur.

Kepemimpinan Dinasti Umayyah berlangsung selama kurang lebih 364 tahun, yaitu pada tahun 661-750 M.

Para pemimpin terkenal yang menjabat sebagai khalifah di masa ini meliputi Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Yazid bin Mu’awiyah, Abdul Malik bin Marwan, dan seterusnya.

Masa Dinasti Umayyah berakhir pada tahun 750 M dikarenakan beberapa faktor, kemudian digantikan oleh para pemimpin dari Bani Abbasiyah.

Dinasti Abbasiyah

Bani Abbasiyah menggantikan Bani Umayyah dalam memimpin Islam pada saat itu.

Sama seperti masa kekhalifahan sebelumnya, Bani Abbasiyah juga memimpin dengan sistem monarki turun-temurun atau biasa disebut dinasti.

Dinasti Abbasiyah dimulai dipimpin oleh Abu Abbas As Saffah, yang mana menganggap mereka lebih berhak memimpin Islam karena mereka adalah keturunan dari salah satu paman Nabi yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib.

Dinasti Abbasiyah mendirikan pusat kepemimpinan baru yang berletak di Baghdad, Irak.

Kepemimpinan Dinasti Abbasiyah berlangsung selama 767 tahun, yaitu pada tahun 750-1517 M.

Para pemimpin terkenal yang menjabat sebagai khalifah di masa ini meliputi Abu Abbas As Saffah, Al Mansur, Harun Ar Rasyid, dan lain-lain.

Kekhalifahan Utsmaniyah

Kekhalifahan Utsmaniyah memimpin umat Islam jauh setelah masa kepemimpinan Dinasti Abbasiyah.

Namun Kekhalifahan Utmaniyah merupakan salah satu masa kekhalifahan terbesar sepanjang Sejarah Islam.

Kekhalifahan Utsmaniyah atau sebutan lainnya Ottoman Empire berkembang dari sebuah emirate kecil dan berkembang hingga menjadi sebuah kerajaan yang besar.

Pada puncak masa jayanya, Utsmaniyah pernah mengalami kemenangan besar yaitu menaklukkan Konstantinopel pada masa kepemimpinan Muhammad Al Fatih.

Selain itu, Utsmaniyah tercatat pernah menaklukkan benua-benua besar seperti Asia, Eropa, dan juga Afrika.

Masa kepemimpinan Kekhalifahan Utsmaniyah berlangsung selama 625 tahun, yaitu pada 1299-1924.

Para pemimpin terkenal yang menjabat sebagai khalifah di masa ini meliputi Osman I, Muhammad Al Fatih (Mehmed II), Selim I, dan lain-lain.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.