MEMORANDUM – Kita sudah memasuki bulan suci Ramadan pada hari Sabtu kemarin.
Seperti yang kita semua ketahui bulan Ramadan adalah bulan yang suci dan mulia, maka dari itu Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri.
Bulan Ramadan menjadi ladang bagi umat Muslim untuk berlomba-lomba dalam melakukan amalan atau kebaikan.
Pada bulan ini ada beberapa amalan tambahan yang dikerjakan oleh umat Muslim, salah satu amalan tersebut adalah Salat Tarawih.
Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi umat Muslim selama bulan Ramadan.
Salat Tarawih ini termasuk salat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dulu saat bulan Ramadan, sebagaimana yang tertulis di dalam sebuah hadis.
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: “Dari Aisyah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam hari melakukan salat di masjid, lalu banyak orang yang mengikuti beliau, beliau salat dan pengikut bertambah ramai. Pada hari ke-tiga dan ke-empat banyak orang-orang yang berkumpul menunggu Rasulullah SAW tetapi Rasulullah SAW tidak datang ke masjid lagi. Di pagi harinya, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya aku lihat apa yang kalian lakukan tadi malam, tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau salat ini diwajibkan kepada kalian. Aisyah menambahkan, hal itu terjadi pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, salat tarawih dikerjakan setelah kita melaksanakan salat isya.
Bukan berarti salat tarawih hanya bisa dilakukan setelah salat isya, akan tetapi salat sunah ini bisa dilakukan kapanpun sebelum masuk waktu subuh dan sudah mengerjakan salat isya.
Salat tarawih juga memiliki jumlah rakaat yang beragam, ada yang mengerjakan salat tarawih dengan 23 rakaat dan ada juga yang mengerjakan dengan 11 rakaat saja.
Ibadah salat sunah ini juga memiliki beberapa manfaat atau keutamaan yang bisa didapat bagi siapa yang mengerjakannya.
Yang pertama, barangsiapa yang mengerjakan salat tarawih maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
Hal ini disebutkan di dalam hadis Rasulullah SAW, yaitu.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melakukan ibadah puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa dosa-nya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Manfaat atau pahala lain yang bisa didapat jika mengerjakan salat tarawih adalah mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Hal ini disebutkan di dalam hadis Rasulullah SAW, yaitu:
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
Artinya: “Barangsiapa qiyamul lail bersama imam sampai selesai, maka ditulis (pahala) untuknya seperti satu malam penuh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum






