MEMORANDUM — Kisah inspiratif datang dari Febri Subiyanto (33), seorang pria asal Surabaya yang dikenal dengan nama panggung Arya Celorot. Setiap malam, ia berkeliling menjajakan roti bakar dengan gerobak sederhananya.
Namun, di balik kesibukannya sebagai pedagang, tersimpan semangat dan cita-cita besar yang membuat kisahnya patut dicontoh.
Lahir di Surabaya pada 27 Februar, Febri dikenal sebagai sosok yang gigih. Ia mengemban profesi sebagai pedagang roti bakar keliling bukan hanya untuk mencari keuntungan, melainkan juga untuk menggapai impiannya sendiri. Hal ini sejalan dengan motonya,
“Bekerja Cerdas Untuk mewujudkan impian Sendiri bukan impian Orang lain.” Baginya, setiap tetes keringat adalah investasi untuk masa depan.
Saat ditemui, Arya Celorot menceritakan bahwa motivasi terbesarnya datang dari keluarganya.
“Akan tetap berjuang demi untuk membahagiakan keluarga tercinta karena Senyum mereka Adalah kekuatan saya, “tidak ada perjuangan yang berakhir sia-sia, “ujarnya dengan mata berbinar.
Senyum sang istri dan anak-anaknya menjadi bahan bakar utama yang membuatnya tak pernah menyerah, meskipun harus bekerja hingga larut malam.
Selain berdagang, pria yang hobi menyanyi ini juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Ia mengungkapkan bahwa setiap dagangannya bukan semata-mata mencari keuntungan, melainkan juga “mencari ridho dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.”
Sikap ini menunjukkan bahwa dalam setiap langkahnya, ia selalu melibatkan nilai-nilai spiritual.
Kisah Arya Celorot menjadi bukti bahwa profesi apa pun bisa dijalani dengan penuh martabat dan semangat.
Kegigihannya dalam bekerja, kasih sayangnya pada keluarga, serta ketulusannya dalam beribadah, menjadikannya sosok yang menginspirasi banyak orang di sekitarnya.
Febri Subiyanto (Arya Celorot) mengatakaan, “Saya percaya, setiap orang punya jalannya masing-masing. Terkadang, orang lain melihat saya hanya sebagai pedagang roti bakar keliling, tapi bagi saya ini adalah jalan untuk meraih impian. Saya selalu ingat, kerja keras bukan untuk membuat orang lain kagum, tapi untuk membahagiakan orang-orang yang saya sayangi,”katanya.
“Banyak orang bilang, ‘hidup itu keras’. Saya setuju, tapi saya lebih memilih untuk menjalani hidup dengan cerdas. Saya tidak mau hanya sekadar hidup, saya mau berjuang untuk mewujudkan apa yang saya impikan. Saya yakin, dengan niat yang tulus dan kerja keras, Tuhan pasti akan memberikan jalan,” terangnya.(*)








