Tabungan 50 Tahun Penjual Cilok: Nenek Mislicha Jadi Jemaah Tertua Kloter 10 Menuju Baitullah

oleh -27 Dilihat

MEMORANDUM – Tekad kuat dan kesabaran luar biasa mengantarkan Mislicha Kasib (85), seorang penjual cilok kuah asal Kota Pasuruan, menuju tanah suci Mekkah.

Jemaah tertua dari Kloter 10 Embarkasi Surabaya ini membuktikan bahwa niat tulus mampu menembus keterbatasan ekonomi.

​Selama lima dekade, warga Jalan Patimura, Kecamatan Bugul Kidul ini dengan telaten menyisihkan uang receh hasil berdagang cilok keliling.

Dari pendapatan harian sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000, ia secara konsisten menabung Rp10.000 hingga Rp15.000 setiap harinya.​Uang pendaftaran awal itu saya dapat dari tabungan bank, hasil arisan, dan sisa jualan cilok.

Pokoknya setiap hari saya sisihkan sepuluh ribu,” ujar Mislicha saat ditemui di Graha Bir Ali, Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jumat 24 April 2026..

​Keberangkatan Mislicha tahun ini terasa spesial karena ia didampingi oleh putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35).

Meski baru mendaftar pada 2020 tiga tahun setelah sang ibu mendaftar Mariatul mendapatkan kesempatan berangkat lebih cepat untuk mendampingi sang ibu yang sudah lanjut usia.

​Fisik Kuat Berkat “Olahraga” Gerobak
​Meski sudah berusia 85 tahun, Mislicha tampak bugar.

Menariknya, ia mengaku tidak memiliki persiapan fisik khusus untuk menghadapi rangkaian ibadah haji yang berat. Baginya, rutinitas berjualan selama puluhan tahun adalah latihan fisik terbaik.

​Setiap hari sejak pukul 08.00 WIB, Mislicha mendorong gerobak kecilnya sejauh satu kilometer dari rumah menuju depan SMPN 5 Pasuruan.

​”Saya tidak pernah olahraga khusus. Persiapan saya ya setiap hari jalan kaki mendorong gerobak cilok itu. Itu sudah jadi olahraga saya setiap pagi selama puluhan tahun,” seloroh Mislicha dengan nada rendah hati.

​Keteguhan hati Mislicha juga terlihat dari caranya membesarkan delapan orang anaknya seorang diri sejak suaminya wafat 15 tahun silam.

Baginya, berangkat haji bukan sekadar impian, melainkan buah dari kesabaran yang ia tanam sejak muda.

​”Niat saya cuma satu, pengen ke Baitullah. Biar jualan cilok, kalau kita jujur dan telaten nabung, Gusti Allah pasti paring jalan. Saya tidak menyangka tabungan sepuluh ribu ini akhirnya bisa bawa saya sampai ke sini (Asrama Haji), “katanya.

​Sesuai jadwal, Mislicha bersama rombongan Kloter 10 Kota Pasuruan akan bertolak menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda pada Jumat malam, 24 April 2026, pukul 20.20 WIB. Kisahnya menjadi pengingat bagi jemaah lain bahwa haji adalah panggilan hati yang tidak terbatas pada status ekonomi.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.