MEMORANDUM– Mengakhiri perjalanan suci umrah di Madinah dan Makkah menyisakan kenangan batin yang mendalam bagi para jemaah.
Torehan rasa cinta kepada Rasulullah SAW serta kerinduan pada Baitullah membuat setiap langkah meninggalkan tanah suci terasa berat. Suasana haru menyelimuti jemaah Bakkah Travel saat melaksanakan prosesi Tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan.
Iringan doa keselamatan dan harapan tulus membubung ke langit usai mereka menunaikan salat sunah di depan bangunan suci Ka’bah.
Momen Kedekatan dengan Sang Khalik, Prosesi Tawaf Wada’ ini dipimpin langsung oleh Ustaz Zulkarnaen didampingi Ustaz Mustofa.
Dimulai dengan niat suci dan memastikan seluruh jemaah dalam keadaan tenang, mereka melakukan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah yang dimulai dari titik Hajar Aswad.
”Kami bisa merasakan keagungan Baitullah. Air mata mengalir karena rasa syukur dan penyesalan.Setiap doa yang diucapkan terasa seperti langsung didengar oleh Allah,” ujar Ustaz Zulkarnaen dengan nada bergetar usai memimpin tawaf.
Setelah menyelesaikan putaran, jemaah melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Di sanalah, Ustaz Yul (sapaan akrab Ustaz Zulkarnaen) memimpin doa yang diamini dengan khusyuk oleh para jemaah.
”Ya Allah, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka. Allahumma inni as’aluka ‘afwan wa ‘afiat wa ‘indaka husnul khatimah,” ucap Ustaz Yul, membelah keheningan di depan Ka’bah.
Magnet Iman dan Kerinduan
Bagi para jemaah, Ka’bah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kekuatan iman tempat melepas segala beban emosi. Hal ini dirasakan betul oleh Djoko Soelistya, jemaah asal Mulyosari, Surabaya.
Meski sudah tujuh kali melaksanakan umrah dan telah menunaikan ibadah haji, alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mengaku rasa rindunya terhadap Baitullah tidak pernah padam.
”Ibadah umrah dan haji membuat saya selalu rindu kembali. Ka’bah menjadi tempat melepas semua beban,” kata pria yang juga Dosen Unmuh Gresik tersebut.
Joko mengingatkan bahwa ibadah di Tanah Suci memberikan banyak pelajaran hidup, terutama dalam menjaga tutur kata, menjaga hati, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap embusan napas.
Kini, para jemaah bersiap kembali ke tanah air dengan membawa pulang pengalaman spiritual yang tak terlupakan. (day)







