MEMORANDUM – Antusiasme masyarakat Jawa Timur untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci tak terbendung. Hal ini terbukti dari membeludaknya pengunjung di hari terakhir gelaran Memorandum Umrah Ramadan Expo di Atrium Royal Plaza Surabaya, Minggu (7/12/2025).
Pameran travel umrah dan haji terbesar di Jawa Timur yang berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari Rabu (3/12) hingga Minggu (7/12), ini mencatatkan rekor transaksi yang fantastis.
Hingga penutupan acara, total transaksi gabungan menembus angka lebih dari Rp 20 miliar, tepatnya menyentuh kisaran Rp 24,25 miliar.
Data panitia mencatat, selama lima hari pameran, sebanyak 300 jemaah telah mendaftarkan diri untuk keberangkatan umrah, sementara 50 jemaah lainnya mantap mendaftarkan diri untuk ibadah haji.
Secara nominal, nilai transaksi untuk pendaftaran umrah mencapai angka Rp 10.500.000.000, sedangkan untuk pendaftaran haji menembus angka Rp 13.750.000.000.
Ketua Forum Komunikasi (FK) Patuh Jatim, H Ahmad Bajuri, mengungkapkan kepuasannya terhadap penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, grafik kesuksesan pameran yang diselenggarakan Memorandum terus menanjak dari tahun ke tahun.
“Kesuksesan tahun ini terlihat jelas. Indikatornya ada pada lonjakan jumlah pengunjung yang jauh lebih banyak, nilai transaksi yang semakin besar, hingga tingginya minat masyarakat untuk bertanya dan mendaftar langsung di lokasi,” ujar Bajuri di sela-sela penutupan acara.
Salah satu faktor kunci yang membuat Memorandum Umrah Ramadan Expo kali ini berbeda dan diserbu pengunjung adalah hadirnya konsep One Stop Shopping.
Bajuri menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya sekadar menjual paket perjalanan ibadah ke tanah suci, tetapi memberikan solusi ekosistem umrah yang lengkap dalam satu atap.
“Keunggulan utama pameran kali ini adalah hadirnya pihak Imigrasi. Ini menciptakan ekosistem One Stop Shopping Umrah. Artinya, di sini jemaah bisa mendapatkan paket umrahnya, bisa langsung mengurus paspornya, bahkan bisa mendapatkan layanan kesehatan seperti vaksin meningitis. adi, pameran ini benar-benar paket komplit, ” jelas Bajuri.
Kemudahan birokrasi ini menjadi magnet tersendiri bagi warga Surabaya dan sekitarnya yang ingin mengurus segala keperluan ibadah tanpa harus berpindah-pindah lokasi instansi.
Selain sebagai ajang transaksi, pameran ini juga berfungsisebagai sarana edukasi yang krusial. Bajuri menyoroti fenomena umrah mandiri atau umrah backpacker yang belakangan menjadi perbincangan hangat seiring dengan perubahan dinamika pelayanan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji.
Meskipun minat terhadap umrah mandiri cukup tinggi karena pertimbangan biaya, H Bajuri mengingatkan bahwa masyarakat mulai melek terhadap risiko yang menyertainya.
“Masyarakat mulai berhitung. Memang sekilas terlihat hemat, tapi bagaimana risikonya? Mengurus visa, transportasi lokal di Saudi, hotel, hingga keabsahan ibadah tanpa pembimbing yang kredibel. Bagi orang terdidik mungkin bisa, tapi bagi orang awam atau yang baru pertama kali, risiko terlantar atau penipuan itu besar,” tegasnya.
Melalui pameran ini, masyarakat diedukasi untuk memilih travel yang memiliki legalitas jelas. “Masyarakat sekarang tidak sekadar cari murah. Mereka mencari standar pelayanan yang baik dan keamanan..
Trust (kepercayaan) masyarakat kembali ke travel berizin resmi yang terdaftar di Kemenkumham dan memiliki izin haji/umrah. Karena jika terjadi masalah hukum, mereka bisa mengadu dan terlindungi. Yang murah biasanya pasti ada masalah,” tambah Bajuri.
Dampak positif pameran ini juga dirasakan langsung oleh para agen travel yang membuka stan. Annisa, Customer Service dari Saudaraku Tour & Travel, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme pengunjung.
Hanya dalam lima hari pameran, pihaknya berhasil mengamankan sekitar 50 jemaah yang mendaftar. Hal ini membuktikan bahwa pasar wisata religi di Jawa Timur, khususnya di Surabaya masih sangat potensial dan bergairah
“Alhamdulillah, antusiasme pengunjung di Memorandum Umrah Ramadan Expo ini sungguh luar biasa. Kami di Saudaraku Tour & Travel sangat senang melihat banyak masyarakat yang tertarik dengan konsep kami,” ujar Annisa. (,*)






