Tiket Pesawat Umrah Naik, FK Patuh Imbau Masyarakat Tunda Umrah

oleh -137 Dilihat
Ketua FK Patuh Jatim, A. Bajuri.

MEMORANDUM – Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umrah dan Haji (FK Patuh) Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ibadah umrah sementara waktu menyusul kenaikan harga tiket pesawat yang dinilai cukup tinggi akibat gejolak konflik Timur Tengah dan krisis energi global.

Ketua FK Patuh Jatim, A. Bajuri, mengatakan banyak travel umrah terkejut setelah harga tiket pesawat mendadak mengalami kenaikan hingga lebih dari 30 persen.

“Banyak travel umrah terkejut melihat kenaikan harga tiket yang mendadak naik hingga lebih dari 30 persen. Tentu saja ini membuat paket layanan umrah ikut naik,” katanya.

Menurut Bajuri, kenaikan paling terasa terjadi pada penerbangan langsung menuju Arab Saudi. Untuk penerbangan Lion Air rute Surabaya atau Jakarta langsung Jeddah, misalnya, terjadi kenaikan sekitar Rp 5,5 juta per tiket. Sedangkan rute Ujung Pandang–Jeddah bahkan mengalami kenaikan hingga Rp 6,5 juta.

Maskapai lain seperti Garuda Indonesia dan Saudia juga mengalami kenaikan harga dengan besaran yang bervariasi. “Semoga kenaikan ini tidak berlangsung lama,” ujar Bajuri.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, FK Patuh Jatim mengimbau masyarakat agar menahan diri dan menunda ibadah umrah sampai situasi global kembali stabil, terutama hingga krisis energi akibat konflik di kawasan Selat Hormuz mereda.

“Kami yakin jika konflik Selat Hormuz selesai dan harga minyak dunia turun, maka tiket penerbangan umrah juga akan turun. Saat itulah umrah bisa dilakukan lagi dengan biaya yang lebih ringan,” katanya.

Namun demikian, bagi masyarakat yang memang sudah sangat rindu ke Tanah Suci dan memiliki kemampuan finansial menghadapi risiko kenaikan biaya, Bajuri mempersilakan tetap berangkat dengan catatan melakukan komunikasi yang baik dengan travel penyelenggara.

“Jika memang rasa rindu sudah menggebu dan mampu secara finansial dengan risiko kenaikan ini, silakan dibicarakan dengan travelnya. Carilah solusi terbaik, jangan ada yang dirugikan,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip dasar ibadah haji dan umrah dalam Islam adalah kemampuan (istitha’ah), baik secara fisik, mental, maupun ekonomi.

“Haji dan umrah itu bagi yang mampu. Jika belum mampu, jangan dipaksakan. Karena itu, menunda umrah dalam situasi seperti sekarang adalah langkah bijak,” katanya.

Selat Hormuz

Kenaikan harga tiket penerbangan umrah saat ini tidak lepas dari memanasnya konflik kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Salah satu titik paling sensitif adalah kawasan Selat Hormuz, jalur laut strategis dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak internasional.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai “urat nadi energi dunia”. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari. Ketika situasi keamanan memanas, pasar global langsung merespons dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Akibatnya, harga avtur atau bahan bakar pesawat ikut melonjak. Dalam industri penerbangan, biaya bahan bakar merupakan salah satu komponen terbesar operasional maskapai, bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari total biaya penerbangan.

Karena itu, ketika harga minyak naik, maskapai hampir pasti melakukan penyesuaian tarif tiket. Dampaknya langsung terasa pada penerbangan internasional jarak jauh, termasuk penerbangan umrah menuju Arab Saudi.

Selain faktor avtur, konflik kawasan juga mempengaruhi jalur penerbangan internasional. Beberapa maskapai harus melakukan pengalihan rute demi keamanan penerbangan. Pengalihan jalur tersebut menyebabkan waktu tempuh lebih lama dan konsumsi bahan bakar lebih besar, yang akhirnya kembali berdampak pada harga tiket.

FK Patuh Jatim berharap masyarakat memahami bahwa kenaikan biaya umrah saat ini bukan semata-mata keputusan travel atau maskapai, tetapi bagian dari dampak situasi geopolitik global yang sulit dihindari.

Meski demikian, FK Patuh optimistis kondisi ini bersifat sementara. Jika konflik mereda dan harga minyak dunia kembali stabil, maka biaya penerbangan umrah diperkirakan juga akan ikut turun.

“InsyaAllah badai ini akan berlalu. Yang penting masyarakat tetap tenang, bijak mengambil keputusan, dan travel juga tetap mengedepankan amanah dalam melayani jemaah,” kata Bajuri.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.