Tren Positif Jelang Keberangkatan Haji, Barang Bawaan Jemaah Embarkasi Surabaya Semakin Tertib Tahun Ini

oleh -5272 Dilihat
Sugiyo,Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya.

MEMORANDUM – Kabar gembira datang dari Embarkasi Surabaya menjelang puncak keberangkatan ibadah haji tahun ini.

Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengungkapkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah temuan barang bawaan jemaah yang tidak sesuai ketentuan penerbangan.

Hingga Minggu 18 Mei 2025 malam, sebanyak 56 kelompok terbang (kloter) atau 21.254 jemaah telah diberangkatkan dari total 36.845 calon haji.

Memasuki gelombang kedua keberangkatan, PPIH mencatat tren positif terkait kesadaran jemaah akan aturan barang bawaan.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari sosialisasi intensif yang dilakukan sejak dini.

“Sejak awal, kami telah menginstruksikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk melakukan pemeriksaan koper jemaah di daerah masing-masing sebelum dikirim ke Asrama Haji. Langkah ini terbukti efektif dalam mencegah barang-barang yang dilarang atau melebihi batas ketentuan,” ujarnya.

Meskipun demikian, petugas masih menemukan beberapa jenis barang yang tidak sesuai aturan. Di antaranya adalah rokok melebihi batas maksimal 2 slop (200 batang) dan powerbank dengan kapasitas di atas 20.000 mAh.

Selain itu, ditemukan pula barang yang salah penempatan, seperti powerbank yang seharusnya berada di tas kabin justru dimasukkan ke dalam koper bagasi.

“Kami terus mengimbau jemaah untuk mematuhi aturan terkait barang bawaan. Powerbank hanya diperbolehkan dibawa di tas kabin, sementara benda tajam seperti gunting, pisau, dan silet diperbolehkan di koper bagasi,” tegas Sugiyo.

Lebih lanjut, Sugiyo mengingatkan kembali mengenai batasan cairan yang boleh dibawa ke kabin pesawat, yaitu maksimal 100 ml per wadah dan dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan berkapasitas maksimal 1 liter. Aturan ini berlaku untuk berbagai jenis cairan, aerosol, dan gel seperti sabun, sampo, dan parfum.

Di tengah kabar baik mengenai ketertiban barang bawaan, PPIH Embarkasi Surabaya juga menyampaikan kabar duka.

“Kami berduka cita atas wafatnya satu jemaah Embarkasi Surabaya, Bapak Soesanto Soemantri Notodiarjo (73 tahun) dari kloter 16 asal Surabaya, yang meninggal dunia di Madinah pada Sabtu 17 Mei 2025 malam. Jenazah almarhum telah dimakamkan di Komplek Pemakaman Baqi,” ungkap Sugiyo.

Dengan bertambahnya satu jemaah wafat, total jemaah Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia hingga saat ini berjumlah lima orang, dengan rincian dua wafat di RS Haji, satu di pesawat, dan dua di Arab Saudi.

Meskipun diwarnai kabar duka, tren penurunan pelanggaran barang bawaan ini menjadi angin segar dan menunjukkan kesiapan jemaah Embarkasi Surabaya dalam menjalankan ibadah haji dengan tertib dan sesuai aturan.

PPIH Embarkasi Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan demi kelancaran dan kenyamanan seluruh jemaah.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.