Wujudkan Tata Kelola Bersih, KPK dan Kanwil Kemenag Jatim Sinergi Lewat Safari Keagamaan Antikorupsi

oleh -169 Dilihat

MEMORANDUM – Sebagai langkah nyata dalam memperkuat benteng integritas di lingkungan birokrasi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) menggelar kegiatan Safari Keagamaan Antikorupsi, Selasa 13 Janurai 2026.

​Bertempat di Aula Kanwil Kemenag Jatim, acara bertajuk “Strategi Trisula Pencegahan Korupsi Bidang Keagamaan” ini dilangsungkan secara hybrid, mempertemukan jajaran pimpinan Kemenag se-Jawa Timur dengan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK RI.

​Pimpinan KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, yang hadir sebagai narasumber utama, memaparkan urgensi strategi Trisula Pemberantasan Korupsi. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan pilar utama untuk menanamkan kesadaran antikorupsi sejak dini.

​”Integritas harus ditanamkan sejak dini dan dirawat secara berkelanjutan. Melalui pendidikan, seseorang akan memiliki kesadaran untuk tidak melakukan korupsi,” tegas Ibnu dalam paparannya.

​Selain pendidikan, ia menjelaskan dua pilar lainnya:

​Pencegahan: Membangun sistem yang menutup celah penyimpangan.

​Penindakan: Memberikan efek jera yang didukung oleh pengawasan aktif dari masyarakat.

​Ibnu juga mengingatkan para ASN untuk memegang teguh sembilan nilai integritas: jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

​Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menyambut hangat inisiatif KPK ini. Menurutnya, kehadiran KPK memberikan suntikan semangat dan penguatan bagi ASN Kemenag Jatim untuk terus menjaga marwah institusi sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan yang bersih.

​“Jabatan merupakan amanah, bukan fasilitas. Oleh karena itu, harus dijalankan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” ujar Bahtiar.

Ia menambahkan bahwa integritas adalah pondasi utama agar layanan publik tetap akuntabel dan jauh dari praktik gratifikasi.

​Sepanjang tahun 2025, kerja sama antara Kemenag dan KPK telah menghasilkan berbagai capaian, mulai dari e-learning gratifikasi hingga penerbitan buku panduan antikorupsi dari perspektif agama.

​Kegiatan di Surabaya ini turut dihadiri secara langsung dan daring oleh:

​Kepala Bagian Tata Usaha dan jajaran Kepala Bidang Kanwil Kemenag Jatim.

​Pimpinan organisasi profesi seperti APRI, IPARI, KKM (MIN/MTsN/MAN), serta Pokjawas Madrasah dan PAIS.

​Melalui Safari Keagamaan ini, diharapkan budaya antikorupsi tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi menjadi perilaku sehari-hari bagi seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Jawa Timur demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.