MEMORANDUM – Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan di bulan suci Ramadan adalah salat sunah tarawih.
Salat tarawih merupakan ibadah yang sudah menjadi ciri khas dari bulan Ramadan, ini dikarenakan salat tarawih hanya bisa dilakukan di bulan yang suci ini.
Salat tarawih memiliki keutamaan yang tidak main-main, begitu besar keutamaan yang diberikan kepada Muslim yang mengerjakannya.
Seperti yang kita ketahui, masyarakat Muslim Indonesia biasa mengerjakan salat tarawih secara berjamaah di musala atau masjid terdekat.
Ketika sudah memasuki waktu isya, kita bisa melihat banyaknya orang yang berbondong-bondong pergi ke musholla atau masjid untuk melakukan salat tarawih secara berjamaah.
Padahal waktu pelaksanaan salat tarawih adalah setelah salat Isya sampai masuk waktu subuh.
Kita juga mengetahui kalau ada yang mengerjakan salat tarawih dengan tempo yang berbeda-beda, ada yang dengan tempo cepat serta ada yang tempo lambat.
Hal tersebut ternyata memiliki alasan, bagi sebagian orang yang mengerjakan salat tarawih dengan tempo yang cepat, tujuannya adalah supaya bisa cepat selesai.
Ini ditujukan kepada masyarakat yang biasanya masih memiliki urusan penting lain atau baru pulang dari bekerja dengan kondisi yang lelah, maka dari itu salat tarawih dikerjakan dengan cepat.
Sampai muncul pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah salat tarawih itu membaca iftitah?
Doa Iftitah Ketika Salat
Saat mengerjakan salat tarawih, ada sebagian Muslim yang menjadi bingung ataupun ragu, apakah saat salat tarawih diharuskan membaca doa iftitah?
Pertanyaan ini muncul dikarenakan banyaknya Muslim yang mungkin membacanya tetapi tertinggal dikarenakan tempo yang digunakan imamnya sangat cepat.
Melansir dari laman NU Online, pada dasarnya hukum membaca doa iftitah ketika salat adalah sunah, baik di salat fardhu ataupun salat sunah.
Namun ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai pembacaan doa iftitah di dalam salat tarawih.
Ada yang mengatakan kalau doa iftitah dapat dibaca sekali saja dan dibaca ketika awal di salat tarawih.
Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW, yang artinya.
“Dari Aisyah RA. ia berkata, Nabi SAW ketika salat malam, beliau memulai salatnya dengan membaca doa iftitah: Allahumma Rabba Jibril wa Mikail wa Israfil.” (HR. Muslim).
Maka dari itu, doa iftitah tidak wajib dibaca ketika mengerjakan salat tarawih, akan tetapi lebih baik lagi jika membacanya.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum







