Begini Cara Membangunkan Sahur di Masa Rasulullah SAW: Tanpa Teriak, Tanpa Kentongan!

oleh -1898 Dilihat
Photo by kazuend on Unsplash

MEMORANDUM – Setiap negara memiliki tradisi masing-masing dalam rangka membangunkan orang-orang untuk bersahur.

Misalnya, di Indonesia biasanya orang-orang, biasanya para anak kecil dan remaja, berkeliling kampung sambil berteriak dan memukul ‘kentongan’ agar orang-orang bangun untuk sahur.

Cara lain yang dilakukan mungkin dengan  cara memutar lagu religi atau lantunan ayat suci Al-Qur’an menggunakan pengeras suara yang ada di masjid atau mushola.

Meskipun niat mereka baik, namun cara-cara tersebut tidak dianjurkan karena akan mengganggu orang-orang yang sedang istirahat atau mungkin sedang ibadah malam.

Memutar lantunan ayat suci Al-Qur’an pun juga tidak diperkenankan meskipun itu hal yang baik.

Hal ini karena perintah dari Allah SWT untuk mendengarkan ayat suci Al-Qur’an ketika dibacakan. Sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-A’raf ayat 204, yang berbunyi:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, perhatikanlah dan diamlah, agar kalian diberi rahmat.” (QS. Al-A’raf [7]:204).

Maka dari itu, bukanlah hal yang bijak jika kita memutar ayat Al-Qur’an ketika masyarakat sedang tidur.

Lalu bagaimana cara yang benar untuk membangunkan sahur?

Di masa Rasulullah, dalam membangunkan orang-orang untuk melaksanakan menggunakan adzan awal.

Jadi, pada masa itu terdapat dua adzan di waktu pagi setiap harinya yaitu adzan awal yang dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah dan adzan subuh oleh Abdullah bin Ummi Maktum.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh), untuk membangunkan orang yang tidur diantara kalian dan orang yang tahajud bisa kembali istirahat (untuk persiapan subuh).” (HR. Nasa’i, 2170).

Dalam riwayat lain dikatakan,

“Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh). Makan dan minumlah kalian, sampai ibnu ummi maktum adzan.” (HR. Muslim, 1092).

Begitulah cara orang-orang di masa Rasulullah ketika hendak membangunkan untuk sahur, mengumandangkan dua adzan dengan orang yang berbeda.

والله أعلمُ بالـصـواب

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.