Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini Saat Sahur Agar Puasa Lancar

oleh -1227 Dilihat
Foto: engin akyurt - Unsplash

MEMORANDUM – Sahur memang menjadi waktu yang tepat untuk mengisi energi sebelum kita berpuasa seharian. Saat sahur juga menjadi waktu yang tepat untuk memilah makanan dan minuman yang hendak kita konsumsi agar tidak mengganggu ibadah puasa kita.

Oleh karena itu, sebaiknya kalian hindari mengonsumsi makanan dan minuman ini saat sahur agar tubuh tetap sehat dan bugar selama puasa.

1. Minuman Berkafein

Meskipun minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan sebagainya bisa membuat tubuh agar tidak mengantuk, namun sebaiknya jangan dikonsumsi waktu sahur.

Hal itu karena, kandungan dari kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pencernaan yang membuat tubuh terasa tidak nyaman saat puasa.

2. Teh Manis

Sama seperti sebelumnya, mengonsumsi teh manis saat sahur sebaiknya di batasi.

Teh mengandung zat tanin yang dapat menyebabkan berbagai gangguan tubuh seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, serta menghambat penyerapan nutrisi dalam tubuh.

3. Makanan Pedas

Selain minuman, makanan yang sebaiknya kalian hindari adalah makanan-makanan pedas.

Mengonsumsi makanan pedas ketika sahur dapat berakibat pada sistem pencernaan yang menyebabkan sakit perut, diare hingga produksi asam lambung yang semakin meningkat.

Tidak hanya itu, makan makanan pedas juga bisa memicu rasa haus yang berlebihan.

4. Makanan Asin

Makanan dengan kadar garam yang tinggi dapat menimbulkan rasa haus pada tubuh.

Mengonsumsi makanan yang terlalu asin dapat menyebabkan kandungan natrium dalam tubuh menjadi lebih tinggi yang berakibat pada terganggunya penyerapan cairan dalam tubuh.

5. Makanan Rendah Serat

Tubuh saat puasa membutuhkan asupan serat yang cukup banyak. Hal ini supaya sistem pencernaan dalam tubuh dapat berjalan dengan lancar.

Oleh sebab itu, sebaiknya hindari jenis makanan dengan kandungan serat yang rendah. Kalian bisa coba mencukupi kebutuhan serat tubuh dengan mengonsumsi sayur dan buah saat sahur.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.