MEMORANDUM – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, didampingi sejumlah pejabat, melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk membahas penguatan persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 2025/1446 H.
Hilman Latief bertemu dengan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, untuk membahas tiga poin utama terkait operasional haji 2025. Kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan akan memasuki asrama pada 1 Mei 2025 dan diterbangkan ke Arab Saudi pada 2 Mei 2025.
“Dalam hal ini PBNU menyambut baik yang disampaikan oleh Dirjen HPU, Ketua Umum PBNU menyampaikan poin-poin penting harus menjadi perhatian,” ujar Hilman usai pertemuan.
Tiga poin utama yang dibahas adalah:
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2025: Fokus pada aspek ibadah seperti penyembelihan dam tamattu’, kebijakan tanazul haji, dan hal-hal terkait ibadah jamaah.
Penyelenggaraan Haji Tahun Depan:
Membahas penyesuaian kebijakan antara Indonesia dan Arab Saudi. Kebijakan pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan haji harus menyesuaikan dengan transformasi kebijakan penyelenggaraan haji Arab Saudi.
Penyusunan Road Map Penyelenggaraan Haji dan Umrah: Bertujuan untuk meningkatkan layanan dan perlindungan kepada jamaah haji dan umrah Indonesia.
Ketua PBNU, H Ishfah Abidal Azis, menekankan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan haji tahun ini dan tahun-tahun mendatang untuk meningkatkan layanan bagi jamaah.
Ia juga menyoroti perlunya penyesuaian kebijakan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, mengingat transformasi yang sangat pesat di Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji.(*)







