Hamzah bin Abdul Muthalib, Sosok Pemberani yang Menjadi Singa Allah

oleh -2743 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Bagi umat Muslim, terlebih lagi yang menyukai sejarah pasti sudah tidak asing mendengar namanya. Hamzah bin Abdul Muthalib adalah salah satu paman Nabi SAW yang membela dan mengakui agama Islam.

Beliau merupakan sosok penting bagi umat Islam kala itu. Pasalnya saat berada di Mekah, umat Islam banyak sekali mendapat gangguan dari kafir Quraisy.

Mulai dari mendapat penghinaan sampai gangguan fisik diterima oleh Nabi SAW dan umatnya pada saat itu.

Namun semenjak Hamzah bin Abdul Muthalib ini mengakui bahwa dia mempercayai agama Islam, gangguan gangguan tersebut mulai berkurang.

Siapa Hamzah bin Abdul Muthalib

Hamzah bin Abdul Muthalib dilahirkan di Mekah sekitar tahun 586 M.

Hamzah merupakan putra dari Abdul Muthalib yang berarti beliau adalah adik dari Abdullah (ayah Nabi SAW), yang berarti hubungan Nabi SAW dan Hamzah adalah paman dan keponakan.

Diceritakan usia Hamzah dan Nabi SAW tidak berbeda begitu jauh, yaitu hanya sekitar 2 tahun saja.

Maka dari itu, hubungan Hamzah dan Nabi SAW begitu dekat bahkan sebelum Hamzah masuk Islam.

Hamzah digambarkan sebagai sosok pemuda yang berbadan tinggi besar, pemberani, suka berburu, memiliki watak yang keras, dan sosok yang menjunjung tinggi harga diri.

Tidak heran jika para penduduk Mekah segan bahkan takut kepada Hamzah bin Abdul Muthalib, tidak terkecuali para pemuka kaum Quraisy.

Awal mula Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam

Diriwayatkan awal mula Hamzah masuk Islam dikarenakan beliau mengetahui Nabi SAW dicaci maki oleh Abu Jahal.

Memang saat itu Nabi SAW sudah sangat terbiasa dengan berbagai gangguan yang diberikan oleh orang kafir Quraisy, namun cacian Abu Jahal begitu menyakitkan.

Nabi SAW dihina oleh Abu Jahal di depan umum dan tak ada seorang pun yang membela Nabi.

Peristiwa itu dilihat oleh seorang budak wanita yang kemudian memberitahukan pada Hamzah.

Sebagai orang yang menjunjung harga diri tinggi, mengetahui keponakannya dihina demikian, Hamzah begitu marah dan tidak terima.

Beliau langsung mendatangi Abu Jahal dan menghajarnya hingga berdarah.

Saat itu, Hamzah juga secara spontan mengatakan kalau dia sudah berada di agama Islam dan siapapun yang mengganggu agama Islam maka akan berhadapan dengannya.

Perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib

Hamzah bin Abdul Muthalib menjadi sosok pelindung bagi Nabi SAW dari gangguan kafir Quraisy.

Ketika berperang melawan kaum kafir pun Hamzah menjadi sosok yang disorot oleh semua orang.

Dikarenakan fisiknya yang tinggi besar dan keahliannya dalam bertempur membuat musuhnya takut.

Karena keberanian dan perannya di dalam agama Islam itulah yang membuatnya memiliki julukan Asadullah (Singa Allah).

Hamzah berperang bersama Nabi SAW dalam dua perang, yaitu Perang Badar dan Perang Uhud.

Wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib

Hamzah bin Abdul Muthalib wafat sebagai syuhada dalam Perang Uhud.

Beliau gugur dalam perang tersebut dikarenakan dibunuh oleh seorang budak suruhan Hindun.

Hindun memiliki dendam yang sangat besar karena ayahnya telah dibunuh oleh Hamzah.

Dia menyuruh seorang budak untuk membunuh Hamzah.

Hamzah pun wafat pada pertempuran tersebut dan menyebabkan kesedihan bagi Nabi SAW dan semua umat Islam.

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.