Jelang Haji 2025, Dirjen PHU Imbau Jemaah Haji Latihan Jalan Kaki

oleh -2401 Dilihat

MEMORANDUM – Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama kembali mengingatkan pentingnya persiapan fisik bagi seluruh jemaah calon haji. Salah satu anjuran yang ditekankan adalah rutin melakukan aktivitas fisik, terutama berjalan kaki.

Dalam acara peresmian sarana manasik pertama di Kabupaten Bogor, Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sangat menguras fisik. Oleh karena itu, jemaah perlu menjaga kondisi kesehatan sejak dini.

“Haji itu ibadah yang sifatnya menguras fisik, jadi jemaah kita imbau untuk jaga kesehatan dari sekarang, jaga fisiknya, dan mulailah latihan jalan kaki, karena banyak sekali aktivitas di sana nantinya yang dilakukan dengan berjalan kaki,” ujar Hilman.

Selain menekankan pentingnya persiapan fisik, Hilman juga menyampaikan perkembangan terkini mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Kuota haji Indonesia untuk tahun depan telah ditetapkan sebanyak 221.000 orang. Namun, masih ada kemungkinan adanya penambahan kuota.

Untuk penyelenggaraan haji tahun depan, Kementerian Agama mengusung tema “Haji Inklusif, Inovatif dan Kolaboratif untuk Kenyamanan dan Keamanan Jemaah”. Tema ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji, termasuk jemaah lansia dan disabilitas.

Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Jemaah

Aspek keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi perhatian utama Kementerian Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian seperti yang terjadi di Muzdalifah pada tahun 2023, di mana ribuan jemaah haji Indonesia yang berangkat secara ilegal berkumpul di dekat jemaah haji resmi.

“Tahun itu Saudi melaporkan ada 11 ribu warga negara Indonesia yang berangkat haji secara ilegal dan saat di Muzdalifah mereka berkumpul di dekat jemaah haji kita,” jelas Hilman.

Untuk itu, Kementerian Agama terus mengimbau jemaah haji agar tidak tergiur dengan tawaran pemberangkatan haji “jalur cepat” dengan menggunakan visa non-haji.

Di akhir sambutannya, Hilman kembali menegaskan pentingnya niat yang baik dalam menunaikan ibadah haji. “Niatkan berangkat ke Tanah Suci mendapatkan kemabruran dan niatkan juga kembali ke Tanah Air,” tutup Hilman.(gus)



No More Posts Available.

No more pages to load.