Jemaah Gelombang Pertama Bergerak ke Makkah, Kenakan Ihram Sejak dari Madinah

oleh -1039 Dilihat

MEMORANDUM – Pergerakan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah Al-Munawwarah menuju Makkah Al-Mukarramah telah dimulai dalam beberapa hari mendatang.

Kloter-kloter awal jemaah Indonesia bergerak setelah menunaikan ibadah sunah Arbain di Masjid Nabawi.

Perjalanan darat yang diperkirakan memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam ini menjadi awal dari rangkaian ibadah haji Tamattu’.

Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau seluruh jemaah yang akan bergerak ke Makkah untuk sudah mengenakan kain ihram dan mandi sunah ihram dari hotel masing-masing di Madinah.

Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu saat transit di Masjid Dzulhulaifah (Bir Ali) untuk mengambil miqat.

“Waktu di Bir Ali sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar 30 menit. Oleh karena itu, jemaah sangat disarankan untuk sudah berwudhu dari hotel sebelum keberangkatan,” ujar Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Fauzin memberikan kelonggaran khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Bagi jemaah lansia dan yang sakit, mereka cukup berniat ihram dari dalam bus tanpa perlu turun dan melaksanakan shalat sunah di masjid Bir Ali,” jelasnya.

Setibanya di Makkah, seluruh jemaah akan melaksanakan umrah wajib sebagai bagian integral dari ibadah haji Tamattu’.

Petugas haji akan secara intensif mendampingi pelaksanaan umrah ini dengan memberikan bimbingan manasik yang diperlukan serta memantau kondisi kesehatan jemaah.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenag kembali mengingatkan jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.

“Suhu di Makkah saat ini cukup tinggi, kami mengimbau jemaah untuk menjaga diri dengan baik dan mengurangi aktivitas di luar ibadah yang penting,” pesan Fauzin.

Ia juga menekankan pentingnya menggunakan alas kaki saat beraktivitas dan menyimpan dokumen-dokumen penting di tempat yang aman.

Fauzin juga menyampaikan imbauan tegas terkait praktik haji ilegal.

“Kami mengimbau dengan sangat agar jemaah menolak segala bentuk ajakan untuk berhaji secara non-prosedural. Haji non-prosedural memiliki risiko yang sangat tinggi, tidak hanya tidak mendapatkan layanan resmi, tetapi juga berpotensi dikenakan sanksi hukum dari otoritas Arab Saudi,” tegasnya.

Terkait data keberangkatan dan kedatangan jemaah, hingga Kamis pagi, tercatat sebanyak 112 kloter dengan total 44.601 jemaah telah tiba dengan selamat di Tanah Suci.

Pada hari ini, dijadwalkan keberangkatan tambahan sebanyak 19 kloter yang membawa 7.501 jemaah dari berbagai embarkasi di Tanah Air.

“Alhamdulillah, seluruh proses keberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan dengan lancar dan tertib. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara petugas, pemerintah, dan tentu saja kedisiplinan dari para jemaah itu sendiri,” pungkas Fauzin.(“)

 

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.