memorandumhajiumrah.com – Meningitis, penyakit radang selaput otak dan sumsum tulang belakang, kembali menjadi perhatian serius. Khususnya setelah pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi meningitis bagi seluruh jemaah umrah.
Mengantisipasi potensi penyebaran penyakit ini, Balai Besar Kesehatan Kekarantinaan (BBKK) Surabaya bersama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta melakukan penelitian besar-besaran,pada hari Senin 2 Desember 2024.
Menerjunkan sekitar 14 tenaga kesehatan, BBKK Surabaya antusias ikut menyukseskan kegiatan penelitian meningitis ini. Dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 bulan, BBKK Surabaya telah berhasil mengumpulkan 675 responden dari target awal 450 responden (Target total 900 responden).
Mengantongi 675 sampel usap dan 87 sampel darah, pengambilan sampel tuntas dilakukan pada kamis, (25/11). Dan pengiriman sampel ke Jakarta dilakukan pada jumat (26/11)
Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Tak heran, Jemaah haji dan umrah Indonesia juga menunjukkan angka yang cukup besar.
Tercatat pada 2023, dari 13,55 Juta orang yang melakukan ibadah umrah dari seluruh penjuru dunia, Jemaah Indonesia mencapai angka 1,2 Juta.
Dari data tersebut tergambar, bahwa semakin besar pula risiko Jemaah Indonesia terkena meningitis yang menular via droplet air liur (Batuk, bersin) dan kontak erat (berbagi alat makan).
Meskipun tidak menunjukkan gejala, orang yang kontak erat dengan penderita meningitis bisa menjadi pembawa (carrier) dan dapat menularkan ke orang lain.
Merujuk pada besarnya risiko meningitis yang mengintai, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, bekerja sama dengan PT. Bio farma dan berkolaborasi dengan dua Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) yakni, BBKK Surabaya dan BBKK Soekarno Hatta, sepakat bersama-sama menjalankan Surveilans Carrier Meningokokus.

Langkah itu ditempuh sebagai upaya mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsi demi pembangunan kesehatan di Indonesia tercinta, yakni pencegahan penyakit dan melindungi seluruh warga negara Indonesia dari penyakit menular.
Oleh sebab itu, pemerintah Arab ingin memastikan bahwa setiap orang yang masuk negaranya telah diberikan perlindungan melalui vaksinasi meningitis.
Mengapa Meningitis Menjadi Ancaman, Meningitis sangat menular, terutama melalui droplet saat batuk atau bersin. Ribuan jemaah umrah yang berinteraksi dalam ruang yang sama meningkatkan risiko penularan.
Selain itu, gejala meningitis yang seringkali tidak jelas pada awalnya dapat menyebabkan penyebaran yang lebih luas.
Surveilans Aktif di Bandara Juanda
Untuk mendapatkan data yang akurat tentang penyebaran meningitis di kalangan jemaah umrah Indonesia, BBKK Surabaya telah melakukan surveilans aktif di Bandara Internasional Juanda.
Selama beberapa bulan terakhir, petugas kesehatan telah mengambil sampel lendir tenggorokan dari ratusan jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci.
“Kami sangat antusias dengan penelitian ini,” ujar Dr. Rosidi Roslan, Kepala BBKK Surabaya. “Data yang kami kumpulkan akan sangat berharga untuk menyusun strategi pencegahan meningitis yang lebih efektif di masa mendatang,” tetangnya.
Target Sampel Terlampaui
Target awal pengambilan sampel adalah 450 jemaah. Namun, berkat kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, BBKK Surabaya berhasil mengumpulkan lebih dari 675 sampel.
Sampel-sampel ini kemudian dikirim ke RSPI Sulianti Saroso untuk diperiksa di laboratorium.(*)






