Makna Luas Rezeki, Bukan Hanya Tentang Harta

oleh -1963 Dilihat
foto: freepik.com

MEMORANDUM – Rezeki merupakan pemberian Allah SWT yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya, termasuk manusia.

Mungkin sebagian orang berfikir kalau rezeki itu berarti uang, kalau tidak ada uang maka tidak ada rezeki.

Namun apakah kalian tau kalau makna rezeki tidak spesifik hanya ke uang?

Dalam Islam, makna rezeki lebih luas dan lebih dalam daripada itu, rezeki bukan hanya tentang harta dan materi.

Rezeki mencakup semua hal yang memiliki manfaat kepada hidup, baik fisik maupun nonfisik.

Rezeki yang diberikan bisa dalam bentuk kesehatan, pengetahuan, kebahagiaan, dan juga keturunan.

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an surat Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلُّ شَيْءٍ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada satupun makhluk di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Itu semua tertulis di dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Hud: 6).

Ayat ini menunjukkan bagaimana Allah SWT mencurahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali.

Maka dari itu, sebagai Muslim tak sepatutnya kita khawatir terhadap apa yang sudah Allah SWT Jamin.

Tetapi meskipun rezeki sudah ditentukan, kita sebagai Muslim juga harus tetap berusaha, artinya kita tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja.

Di dalam Al Qur’an dijelaskan, ada macam-macam rezeki yang diberikan.

  1. Rezeki yang telah dijamin

Rezeki yang telah dijamin oleh Allah SWT adalah rezeki untuk semua makhluk-Nya; seperti hewan, tumbuhan, dan juga manusia.

Setiap makhluk mendapatkan rezekinya dengan jumlah dan waktu yang berbeda-beda.

Hal ini sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an surat Hud ayat 6 di atas.

  1. Rezeki karena usaha

Rezeki ini datang bukan kepada orang yang malas-malasan.

Allah akan mendatangkan rezeki kepada hamba-Nya yang berusaha keras, semakin dia keras dalam bekerja, maka semakin banyak gaji yang akan diterima.

Contohnya seperti ojek online, semakin dia lembur dalam mencari penumpang maka semakin banyak uang yang dia dapatkan.

Hal ini tertulis di dalam firman Allah surat An Najm ayat 39.

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ

Artinya: “Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39).

  1. Rezeki karena beruntung

Rezeki ini akan diberikan kepada orang yang selalu bersyukur terhadap apa yang didapatkannya.

Allah akan mendatangkan rezeki kepada hamba-Nya yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.

Tertulis di dalam firman Allah di Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7).

 

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Abiel Mahasin – mahasiswa magang di Memorandum

 

Penulis: Muhammad Abiel Mahasin
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.