MEMORANDUM – Kitab suci Al-Qur’an tidak hanya dipakai sebagai pedoman hidup dan beribadah bagi umat Islam, tetapi juga memuat berbagai fakta ilmiah tentang alam semesta.
Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Kitab suci ini tidak akan terbantahkan sepanjang zaman.
Tidak sedikit peneliti yang menjadi mualaf setelah meneliti tentang kebenaran Al-Qur’an.
Salah satu alasannya adalah karena isi dari Al-Qur’an memuat fakta ilmiah yang baru bisa dibuktikan di era modern. Bahkan, beberapa di antaranya baru ditemukan berabad-abad setelah wahyu diturunkan.
Berikut adalah 5 fenomena alam yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
- Fenomena Big Bang (Ledakan Raksasa)
Fenomena ini mungkin terdengar tidak asing lagi di telinga kalian. Fenomena ledakan besar atau sering dikenal dengan sebutan Big Bang merupakan peristiwa yang diyakini sebagai asal usul alam semesta kita terbentuk.
Dalam sebuah kajian kosmologi dijelaskan bahwa alam semesta awalnya berada dalam kondisi yang sangat panas dan padat. Kemudian itu berkembang secara terus menerus hingga sekarang.
Ternyata hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an berabad-abad sebelum teori Big Bang dikemukakan oleh Goerges Lemaître pada tahun 1927.
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS. Al-Anbiya 21:30)
Garis Edar Tata Surya
Pada abad ke-16 Masehi, Nircolaus Copernicus yang pertama kali menggagas tentang garis edar planet atau orbit dalam tata surya. Hal itu dinyatakan dalam manuskripnya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium.
Copernicus menyatakan bahwa planet-planet di tata surya mempunyai gari edar masing-masing dan mereka berputar mengitari matahari, bukan bumi.
Meski begitu, ternyata Al-Qur’an juga telah menjelaskan tentang hal tersebut. Sebagaimana tercantum dalam surah Al-Anbiya ayat 33, artinya:
“Dan Dialah yang telah menciptakan mallam dan siang, matahari dan bulan. Maing-masing beredar pada gariss edarnya” (QS. Al-Anbiya 21:33)
Selain itu juga dijelaskan dalam surah Yasin ayat 40, artinya:
“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya”
Api Dasar Laut
Coba pikirkan apa yang terjadi jika api disiram oleh air? Benar, api itu akan padam. Namun faktanya, ternyata di dasar samudra terbentang banyak sekali gunung berapi yang masih aktif.
Api yang ada di dalam sana muncul secara terus menerus dari dasar lautan dan tidak akan pernah padam.
Allah SWT juga telah menjelaskan pada surah At-Tur ayat 1-6, artinya:
“Demi gunung (Sinai), demi kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, demi baitulmakmur, demi atap yang ditinggikan (langit), dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api).” (QS. At-Tur 52:1-6)
Dua Laut Tidak Menyatu
Di Selat Gibraltar dan Laut Timur Jepang terdapan sebuah fenomena alam yang menakjubkan yaitu bertemunya dua air laut namun tidak menyatu.
Dalam sebuah penelitian ilmiah dijelaskan alasan mengapa kedua air laut tidak menyatu adalah karena perbedaan tingkat kerapatan, salinitas, suhu, massa jenis, dan tegangan permukaan.
Keunikan dari fenomena alam ini ternyata juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ar-Rahman ayat 19-20, yang artinya:
“Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu. Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS. Ar-Rahman 55:19-20)
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum






