MADINAH, MEMORANDUM – Mbah Sumirah, seorang lansia berusia 93 tahun dari Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji bersama anaknya, Widi. Kebahagiaan Mbah Sumirah ini berlipat ganda karena ia berangkat melalui kuota prioritas lansia dan Widi dapat mendampinginya sebagai pendamping.
Mbah Sumirah mendaftar haji pada tahun 2018, namun tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan untuk berangkat tahun ini.Sementara Widi, yang mendaftar pada tahun 2012, seharusnya baru berangkat tahun depan. Namun, berkat program pendampingan jemaah lansia, Widi mendapat kesempatan untuk maju dan mendampingi ibunya.
Keberangkatan Mbah Sumirah dan Widi ini merupakan wujud dari dua keberkahan sekaligus.Mbah Sumirah dapat mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji, dan Widi mendapat kesempatan berharga untuk mendampingi sang ibu di momen istimewa ini.
“Alhamdulillah senang sekali, Mbak. Ini memang momen yang saya tunggu, apalagi ibu saya. Sebenarnya dia daftar tahun 2018, tapi karena dapat panggilan kuota lansia, akhirnya bisa berangkat tahun ini,” ujar Widi dengan penuh rasa syukur.
Meskipun persiapan terbilang singkat, Widi dan suaminya dengan sigap mengurus segala keperluan Mbah Sumirah untuk keberangkatannya.
Widi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan para petugas haji yang telah memberikan bantuan dan prioritas kepada jemaah lansia.
“Terima kasih banget sudah diprioritaskan sama pemerintah, difasilitasi, dinomorsatukan terus, petugas-petugasnya baik banget,” tutur Widi.
Mbah Sumirah dan Widi dijadwalkan untuk berangkat dari Madinah ke Makkah Al Mukarromah pada tanggal 20 Mei 2024. Semoga perjalanan mereka lancar dan penuh berkah.(*)






