Mengenal Pohon Sahabi: Tempat Berteduh Nabi Muhammad yang Masih Berdiri Kokoh

oleh -3771 Dilihat
foto: wikipedia

MEMORANDUM – Menurut beberapa penelitian, pohon yang bagus adalah pohon yang sehat, kokoh, dan tidak terserang hama penyakit.

Dalam surah Ibrahim ayat 24 yang berbunyi:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ

Artinya: Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimah ṭayyibah? (Perumpamaannya) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, cabangnya (menjulang) ke langit, (QS. Ibrahim 14:24)

Ciri-ciri tersebut mungkin cocok dengan satu nama pohon ini, yaitu pohon Sahabi atau dikenal dengan The Only Living Sahabi atau The Blessed Tree.

Pohon ini merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang sampai saat ini masih hidup sejak zaman Nabi Muhammad SAW masih kecil.

Menurut Pangeran Ghazi bin Muhammad, penemu pohon ini, The Only Living Sahabi diperkirakan telah hidup lebih dari 1.400 tahun lamanya.

Kisah menarik dari pohon Sahabi adalah, pohon ini menjadi saksi bisu kenabian Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut berdasarkan cerita seorang tafsir bernama Muhammad Ibn Jarir At-Tabari.

Waktu itu Nabi Muhammad kecil, sekitar umur 9 atau 12 tahun, pergi bersama pamannya, Abu Thalib, ke negeri Syam untuk berdagang.

Di tengah perjalanan ada seorang biarawan Nasrani bernama Bahira yang bertemu dengan Nabi Muhammad yang sedang berteduh di bawah pohon tersebut.

Bahira melihat tanda-tanda kenabian pada Nabi Muhammad kecil dan yakin bahwa beliau adalah nabi terakhir menurut sebuah ramalan.

Hal itu karena Bahira melihat bahwa ke mana pun Nabi Muhammad pergi, selalu ada gumpalan awan yang menaunginya.

Selain itu, Bahira juga melihat bahwa ranting-ranting pohon tersebut merunduk melindungi Nabi Muhammad dari panas matahari.

Pohon ini terletak di Yordania, 150 kilometer dari kota Amman. Sekarang pohon Sahabi dirawat dan dilindungi oleh pemerintah Yordania serta di beri pagar pembatas yang mengelilingi pohon tersebut.

Meski begitu, jika kalian ingin mengunjungi pohon ini kalian masih bisa masuk ke dalamnya untuk berteduh.

Jadi apakah benar bahwa pohon tersebut menyaksikan perjalanan Nabi Muhammad SAW? Wallahu A’lam Bishawab.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum

Penulis: Muhammad Akmal Haidar
Editor: Agus Supriyadi


No More Posts Available.

No more pages to load.