Teks foto: Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Dr. Rosidi Roslan, SIP, SKM, SH, MPH, MH
Surabaya, Memorandum
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para calon jemaah haji dan umrah, pemerintah terus berinovasi. Salah satu langkah konkrit adalah melalui aplikasi Satu Sehat yang memudahkan akses berbagai layanan kesehatan, termasuk persiapan keberangkatan ibadah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Dr. Rosidi Roslan, SIP, SKM, SH, MPH, MH, dalam talkshow yang digelar di sela-sela pameran haji dan umrah
Dr. Rosidi juga menyoroti pentingnya vaksinasi meningitis yang kembali menjadi syarat wajib bagi seluruh jemaah umrah. “Vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari penyakit meningitis yang dapat berisiko fatal,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga kesehatan para pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rosidi juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya vaksinasi meningitis dan bagaimana aplikasi Satu Sehat dapat memudahkan proses administrasi terkait vaksinasi ini. Beliau menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya para calon jemaah umrah
“Vaksinasi meningitis merupakan syarat wajib bagi jemaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi. Ini karena wilayah tersebut merupakan daerah endemi penyakit meningitis, sehingga risiko penularan sangat tinggi, ” kata Dr Rosidi.
Vaksinasi ini sangat penting untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap virus meningitis. Dengan begitu, jemaah umrah dapat terlindungi dari penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
“Gunanya apa satu, sehingga dia itu bisa ada kekebalan tubuh untuk virus itu. Jadi meminimalkan itu kematian juga rendah kemudian vaksin ini juga yang paling penting bagi jamaah umroh itu kan jaga pemberiannya, jangan sampai pas berangkat baru di kasih vaksin itu lah, karena perlindungan tidak sempurna. Minimal H-10 hari itu sudah di suntik,” ujarnya
Ditanya apakah orang hamil bisa dilakukan vaksinasi, Dr Rosidi menjelaskan hal itu tergantung kalau orang hamil itu nanti diminta rekomendasi dari pemeriksaan dari doktor kandungan.
“Nanti dia (dokter kandungan) yang menentukan rekomendasinya, kalau seandainya calon jemaah yang lagi mengandung memang ada problem itukan nanti bisa datang ke tempat kami nanti ada surat dari spesialis kandungan datang bawa surat, nanti kita kasih form khusus bahwasanya ada problem nanti dibawa sama orang yang akan pergi umroh itu sebagai gantinya,” paparnya.
Vaksin meningitis bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi untuk kesehatan diri. Penyakit meningitis yang bersifat endemik di Arab Saudi dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian. Dengan vaksinasi, tubuh akan membentuk kekebalan sehingga risiko terinfeksi menjadi sangat kecil. Selain itu, vaksinasi massal juga membantu mencegah terjadinya wabah penyakit meningitis di Indonesia,
“Kesadaran masyarakat itu penting. Jadi ini bukan masalah kewajiban, tapi masalah kebutuhan dan ini perlu diperhatikan,” jelasnya.
Proses vaksinasi kini semakin mudah dengan adanya aplikasi Satu Sehat. Jemaah umrah dapat mendaftar, booking jadwal, dan mendapatkan sertifikat vaksin secara online.
“Bagi jamaah umroh yang akan melakukan umroh di arab saudi haji itu wajib iya, tetap lakukan memang sudah ada niat pergi langsung aja daftar ke travel masing-masing nanti orang travel kasih tau bahwasanya kapan kita suntik gitu iya nantikan pakai paspor ada CV di keluarkan itu sesuai dengan nomor paspor jadi memang isi CV tersebut ada register nya jadi orang yang sudah suntik nanti ada internasional sertifikat vaksin,” pungkasnya. (*)






