MEMORANDUM – Banyak sekali kuliner khas Surabaya yang rasanya lezat dan autentik, salah satunya adalah Lontong Balap.
Lontong balap sudah ada sejak awal abad ke-20 atau sekitar tahun 1913.
Lontong balap dulunya dijual dengan cara memikul sebuah gentong yang terbuat dari kemaron yang terbuat dari tanah liat.
Karena wadah yang mereka pikul memiliki berat yang lumayan, jadi mereka harus berjalan setengah berlari supaya tidak tertinggal pembeli, seolah-olah sedang balapan.
Dari sinilah awal mula lahirnya nama lontong balap dan sekarang menjadi salah satu ikon kuliner yang terkenal dari Surabaya.
Tidak hanya para warga lokal yang bisa menikmati cita rasa hidangan autentik ini, bagi kalian yang di luar Surabaya juga bisa merasakan kuliner khas Surabaya ini.
Resep dan Cara Membuat Lontong Balap Sendiri di Rumah
Untuk menyajikan lontong balap yang penuh cita rasa, jelas memerlukan bahan-bahan yang autentik pula. Simak informasi mengenai daftar lengkap bahan-bahan yang dibutuhkan sekaligus cara membuatnya berikut:
Bahan Utama:
- 4-6 buah lontong yang masih segar (tidak terlalu lembek), potong sesuai selera
- 200 gram tauge segar, bersihkan dan cuci
- 4 buah tahu putih, potong dadu dan goreng hingga keemasan
- 100 gram kacang tolo, direndam semalaman terlebih dulu supaya teksturnya lunak dan mudah dihaluskan (untuk membuat lentho)
- 1 liter air kaldu sapi atau ayam, lebih baik yang kental
Bahan Kuah: (Usahakan dalam kondisi segar agar rasa optimal)
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 3 siung bawang merah, haluskan
- 2 cm jahe, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai, memarkan
- 2 sdm minyak untuk menumis
- Garam secukupnya
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm gula pasir
Bahan Lentho:
- 100 gram kacang tolo, rendam semalaman dan haluskan
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 1/4 sdt ketumbar bubuk
- Garam secukupnya
- 1 butir telur
- 2 sdm tepung terigu
- Minyak untuk menggoreng
Bahan Pelengkap:
- Sambal petis (2 sdm petis udang, 5 cabai rawit, 1 siung bawang putih, air secukupnya)
- Bawang putih goreng dan bawang merah goreng secukupnya
- Daun bawang dan seledri
- Sate kerang (opsional)
- Kecap manis (opsional)
Cara Membuat:
Lentho:
- Campur dan aduk rata kacang tolo yang sudah dihaluskan bersama dengan bawang putih, ketumbar, garam, telur, dan tepung terigu.
- Bentuk adonan menjadi bulatan pipih atau sesuai variasi masing-masing.
- Goreng hingga kecokelatan dalam minyak panas, lalu tiriskan.
Kuah:
- Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.
- Masukkan daun salam, jahe, dan serai. Tumis sebentar.
- Tuangkan air kaldu, beri garam, merica, dan gula. Aduk rata.
- Masak hingga mendidih dan bumbu meresap, sekitar 15-20 menit.
- Koreksi rasa.
- Kalian juga bisa merebus tauge, daun bawang, dan seledri bersama dengan kuah ini. Rebus sebentar saja, jangan terlalu lama agar tidak agar tauge tetap renyah.
Sambal Petis:
- Haluskan bawang putih dan cabai rawit.
- Campurkan petis udang dan sedikit air. Aduk rata.
- Jika ingin membuat yang tidak pedas, pisahkan cabai rawit.
Cara Penyajian:
- Campurkan sambal petis dengan bawang putih goreng di atas mangkok atau piring, ulek hingga rata.
- Tata lontong yang sudah dipotong di atasnya.
- Tambahkan tauge, tahu goreng, dan lentho, sesuaikan banyaknya dengan selera masing-masing.
- Siram dengan kuah panas secukupnya.
- Taburi dengan bawang merah goreng.
- Sajikan bersama dengan sate kerang dan kecap manis (opsional).
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Akmal Haidar – Mahasiswa magang di Memorandum







