Safari Wukuf Spesial Berjalan Lancar Ratusan Jemaah Lansia dan Disabilitas Berhaji Dengan Nyaman

oleh -1423 Dilihat

MEMORANDUM – Program Safari Wukuf Khusus Lansia oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali sukses digelar pada operasional haji 1446 H/2025 M.

Sebanyak 477 jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) berhasil menunaikan ibadah wukuf di Arafah dengan fasilitas dan pendampingan khusus, memastikan kenyamanan mereka dalam beribadah.

Program ini memang dirancang untuk memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang memiliki kondisi fisik tertentu sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mengikuti wukuf secara reguler.

“Program safari wukuf khusus lansia diikuti 477 jemaah.Mereka diberangkatkan ke Arafah dengan menggunakan 15 bus dan didampingi 118 Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia,” terang Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, di Makkah, Sabtu 7 Juni 2025.

Muchlis menjelaskan bahwa target awal safari wukuf khusus lansia adalah 500 jemaah. Namun, ada beberapa perubahan, termasuk satu jemaah yang meninggal dunia di hotel transit dan 21 jemaah yang batal ikut karena dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi atau kembali ke kloter mereka dengan pendamping.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 137 Tahun 2025, kriteria peserta program Safari Wukuf Khusus Lansia meliputi:

Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak mandiri (tirah baring) dalam aktivitas sehari-hari.
Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan atau pengguna kursi roda.

Jemaah haji lansia dan disabilitas dengan komorbid penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, atau stroke (sedang-berat).

Jemaah haji lansia dan disabilitas yang baru pulang perawatan dari KKHI/RS Arab Saudi dengan kondisi masih lemah/belum pulih.

Jemaah haji lansia dan disabilitas sesuai kriteria risiko tinggi yang ditentukan oleh petugas kesehatan kloter/sektor.

Kepala Bidang Layanan Jemaah Lansia, Suviyanto, menambahkan bahwa persiapan jemaah untuk safari wukuf ini dimulai sejak pukul 05.00 hingga 09.00 Waktu Arab Saudi pada 9 Zulhijjah 1446 H.

Jemaah dimandikan, dipakaikan kain ihram bagi laki-laki dan mukena bagi perempuan, serta diberikan pendampingan oleh pembimbing ibadah.

“Selesai persiapan, jemaah haji safari wukuf khusus lansia diturunkan dari kamar hotel transit menuju bus. Keberangkatan mereka pada 9 Zulhijjah 1446 H/2025 M dari hotel transit pada pukul 13.20 WAS dan tiba di Arafah jam 14.40,” jelas Suviyanto.

Mengingat kondisi fisik jemaah, pelaksanaan ibadah selama di Arafah dipersingkat menjadi kurang lebih 60 menit, mencakup salat Zuhur dan Asar, mendengarkan khutbah, dan berdoa. Setelah selesai beribadah, pada pukul 14.30 WAS, bus kembali bergerak ke hotel transit dan tiba pada pukul 16.07 WAS.

“Setelah tiba di hotel transit, jemaah safari wukuf khusus lansia dikembalikan ke kamar masing-masing oleh Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia. Proses penempatan jemaah tersebut ke kamar di hotel transit selesai pada pukul 21.45 WAS,” imbuh Suviyanto.

Suviyanto juga menegaskan bahwa secara umum, kondisi jemaah haji program Safari Wukuf Khusus Lansia saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Meskipun ada beberapa jemaah yang memerlukan perhatian lebih intensif dari tim Satgas, pelayanan tetap optimal.

“Ibadah lontar jumrah dan tawaf ifadlah jemaah Safari Wukuf Lansia dibadalkan. Alhamdulillah pelaksanaan Program Safari Wukuf Khusus Lansia dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutup Suviyanto.

Jemaah rencananya akan dikembalikan ke hotelnya masing-masing pada 10 Zulhijjah 1446 H.(*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.