Bawa Jemaah Umrah, Saudia Terbang Denpasar Jeddah

oleh -2454 Dilihat
Buka puasa Tim Marketing Saudia Airlines di Indonesia buka puasa bareng travel agen di Surabaya. Dari kiri, Umi Kulsum, Ahmad Bajuri, Amiruddin, Mr Faisal, Andre Barmawi, Maliki, Imam Muhajir, Yusuf Rahmani.

MEMORANDUM – Maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines, akan segera memulai rute penerbangan Denpasar Jeddah mulai 31 Maret 2025.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Ayu Berga, Andre Barmawi. “Mohon doanya, semoga lancar,” ujarnya di acara buka puasa bersama travel agen pada Kamis (13/3/2025) di Hotel Double Three Surabaya.

Di depan sekitar 100 travel agen, Andre mengajak para travel agen di Jawa Timur untuk memanfaatkan rute baru ini untuk mengangkut jemaah umrah.

“Bagi yang ingin memanfaatkan rute ini untuk perjalanan umrah, silakan langsung hubungi Pak Yusuf Rahmani yang berada di kantor cabang kami di Denpasar,” ucapnya didampingi Mr Faisal,

Country Manager Saudia untuk Indonesia, Singapore, Australia dan New zealand.

Menurut Andre, Saudia Airlines akan terbang tiga kali seminggu dan langsung landing Jeddah. “Ini program lama yang baru direalisasikan sekarang,” tandasnya.

Ditanya mengapa tidak buka rute Surabaya Jeddah, Andre mengatakan bahwa Saudia belum punya pesawat seperti yang disyaratkan pihak Angkasa Pura. “Runway di Juanda tidak memadai untuk pesawat milik Saudia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum pandemi Covid-19, Saudia Airlines rute Surabaya-Jeddah sangat diminati oleh jemaah umrah dari Jawa Timur. Saudia menjadi pilihan nomor satu jemaah umrah dari Jawa Timur.

Namun pasca pandemi, peta berubah. Penerbangan umrah dari Surabaya hanya didominasi Lion Air. Bahkan maskapai Garuda pun tidak punya rute Surabaya langsung Jeddah. Citylink pernah mencoba membuka rute laris ini, tapi mendadak dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas.

Ketika ditanya apakah ada persaingan bisnis, sehingga Saudia tidak bisa lagi membuka rute Surabaya Jeddah, Andre mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu. “Maaf, saya tidak tahu. Yang jelas, alasannya teknis saja,” ujarnya.

Ketua FK Patuh (Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umrah Haji) Jawa Timur Ahmad Bajuri sangat menyayangkan tidak adanya penerbangan Saudia dari Surabaya seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Jawa Timur ini jemaah umrahnya terbesar kedua setelah Jawa Barat. Sekitar 200 ribu lebih. Mengapa Saudia memilih membuka rute Denpasar Jeddah. Dari sini saja, sudah tidak masuk akal,” ujar Bajuri.

Menurut Owner dan Direktur PT Bakkah Berkah Travel ini, masalah runway ini sudah tiga tahun yang lalu menjadi penyebab biaya haji regular dari Jawa Timur menjadi termahal se-Indonesia. “Tapi mengapa tidak segera diselesaikan,” papar Bajuri.

Hal yang sama dikeluhkan H. Maliki dari Andalus Travel, H. Amiruddin dari Ziarah Hati dan H. Andono dari Mutiara Sunnah. “Saya sangat prihatin, Saudia tidak terbang dari Surabaya. Ini menimbulkan bisnis tidak sehat dan harga tiket pesawat umrah dipermainkan,” ujar Maliki.

Di akhir acara, seluruh tim manajemen Saudia mengajak para undangan menikmati hidangan buka puasa bersama. “Silakan, ada sop buntut, ada laksa singapura, nasi bryani dan lain-lain,” ujar Yusuf, marketing Saudia, yang dikenal sangat dekat dengan para pimpinan travel di Jatim ini. (*)

Penulis: Ali Muchtar


No More Posts Available.

No more pages to load.